Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

16 Tewas Terbakar, DPR Minta Investigasi Menyeluruh Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Syaiful Huda saat pimpin Raker Komisi V DPR. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan maut yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). 

Insiden yang merenggut 16 nyawa tersebut dinilai sebagai tamparan keras bagi sistem keselamatan transportasi darat nasional.

Baca Juga : Proses Identifikasi Rampung, 4 Sisa Jasad Korban Bus ALS Diserahkan ke Keluarga

Huda pun mendesak Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera melakukan audit investigasi secara menyeluruh.

Baca Juga : Tiga Jenazah Korban Bus ALS Belum Teridentifikasi, Masih Tunggu DNA Keluarga

“Peristiwa di Muratara ini sangat menyayat hati. Enam belas nyawa melayang dalam sekejap akibat benturan yang memicu kebakaran hebat. Kami mendesak audit ketat, tidak hanya pada kronologi kejadian, tetapi juga terhadap standar operasional prosedur angkutan barang berbahaya dan angkutan penumpang jarak jauh,” ujar Huda, Rabu (6/5/2026).

Ia menyoroti faktor kelelahan pengemudi (fatigue) yang kerap menjadi penyebab kendaraan masuk ke jalur berlawanan.

Baca Juga : BPBD Sumsel Padamkan 3 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Muratara

Menurutnya, pemerintah harus memperketat pengawasan terhadap manajemen waktu kerja dan istirahat awak bus, khususnya pada rute panjang seperti yang dioperasikan PO ALS.

Baca Juga : Kasus Kecelakaan di Muratara Naik ke Tahap Penyidikan, Polisi Gandeng Dishub Cek Izin Bus ALS

“Rute ALS termasuk yang terpanjang di Indonesia. Pemerintah harus memastikan setiap perusahaan otobus memiliki sistem pengaturan jam kerja dan istirahat sopir yang ketat serta terpantau secara digital,” tegasnya.

Kecelakaan ini menjadi semakin fatal karena melibatkan truk tangki BBM yang memicu kebakaran hebat. 

Baca Juga : Bawa Sabu di Jalinsum, Petani Asal Muratara Ditangkap Polres Lubuk Linggau

Huda meminta adanya evaluasi terhadap regulasi jam operasional serta pengawalan khusus bagi kendaraan pengangkut bahan mudah terbakar, terutama di jalur rawan kecelakaan.

Baca Juga : Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Jalinsum Bertambah, Fahrul Meninggal Dunia di RSUD Rupit

Selain itu, ia juga mendorong pengecekan menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Mulai dari marka jalan, penerangan, hingga rambu peringatan di titik rawan tabrakan.

“Kami meminta Kemenhub dan Kementerian PUPR untuk memastikan kelayakan infrastruktur di Jalinsum, termasuk di titik-titik rawan kecelakaan ‘adu banteng’,” katanya.

Huda juga meminta Jasa Raharja untuk segera memproses santunan bagi seluruh korban meninggal dunia, serta menjamin biaya perawatan korban selamat tanpa hambatan administratif.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendataan terhadap identitas para korban. Proses evakuasi bangkai kendaraan juga terus dilakukan guna memulihkan arus distribusi logistik di Jalinsum.

“Kita tidak boleh terbiasa dengan angka kematian di jalan raya. Setiap kecelakaan harus menjadi momentum untuk membenahi regulasi yang lemah. Komisi V akan memanggil pihak terkait agar investigasi berjalan transparan dan menghasilkan rekomendasi konkret,” pungkasnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)