Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

23 Prajurit TNI Dikabarkan Jadi Korban Longsor Cisarua, Kodam Siliwangi Lakukan Penelusuran

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). (Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JABAR – Kodam III/Siliwangi tengah menelusuri kabar yang menyebutkan 23 prajurit TNI diduga menjadi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut. Saat ini, data mengenai identitas korban masih dalam proses pendalaman.

“Sampai sekarang kami belum memperoleh kepastian apakah ada anggota kami yang termasuk dalam 23 personel yang dikabarkan menjadi korban. Kami akan melakukan konfirmasi lebih lanjut,” ujar Mahmuddin, Senin (26/1/2026).

Baca Juga : Imigrasi Ungkap Sindikat Love Scamming di Semarang, Empat WN China dan 2 WNI Diamankan

Ia menambahkan, fokus utama Kodam III/Siliwangi saat ini adalah membantu proses evakuasi dan pencarian korban bersama unsur gabungan di lokasi bencana.

Bencana longsor yang melanda Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, dilaporkan telah merenggut 17 korban jiwa. Sementara itu, 73 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

“Kami terus melakukan upaya pencarian meski dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan, terutama faktor cuaca. Terkait dugaan anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, informasi tersebut masih kami telusuri dan akan segera kami pastikan,” kata Mahmuddin.

Baca Juga : Modus Dukun Gadungan, Lansia di Samosir Kehilangan Uang dan Emas Rp248 Juta, Pelaku Ternyata Teman Sendiri

Aparat gabungan bersama relawan masih disiagakan di lokasi guna mempercepat proses pencarian dan mengantisipasi potensi longsor susulan.

(Dra/nusantaraterkini.co).