Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

28 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Layanan Lansia Jadi Fokus Utama

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Petugas PPIH melayani jemaah haji lansia di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah pada Jumat (24/4/2026). (Foto: Dok. MCH 2026)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Proses kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, terus berjalan lancar hingga memasuki hari keenam operasional.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menyampaikan bahwa hingga Minggu (26/4/2026) pagi, sebanyak 72 kelompok terbang (kloter) telah tiba dengan total 28.004 jemaah.

“Kloter terakhir yang mendarat adalah SOK 13 pada pukul 05.45 waktu setempat,” ujarnya.

Baca Juga : Fase Kepulangan, 6.333 Jemaah Haji Bertolak ke Tanah Air

Dari jumlah tersebut, sekitar 5.655 jemaah merupakan lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian dan layanan khusus sejak tiba di bandara hingga menuju hotel di Madinah.

Seluruh Jemaah Sudah Diberangkatkan ke Hotel

Abdul Basir memastikan seluruh jemaah yang tiba sejauh ini telah diberangkatkan ke penginapan masing-masing. Tidak ada jemaah yang tertahan di bandara.

Baca Juga : Jemaah Haji Kloter 01 Debarkasi Medan Tiba di Tanah Air, Sempat Alami Keterlambatan

“Seluruh proses berjalan lancar meskipun ada sejumlah tantangan di lapangan,” jelasnya.

Layanan Lansia Jadi Tantangan Utama

Tingginya jumlah jemaah lansia menjadi perhatian khusus bagi petugas. Berbagai fasilitas disiapkan, mulai dari kursi roda, payung, hingga kendaraan golf untuk membantu mobilitas di area bandara.

Baca Juga : Penerbangan Delay, Kepulangan Jemaah Haji Kloter 2 Medan ke Tanah Air Tertunda

Selain itu, proses pemeriksaan dokumen juga memerlukan waktu lebih lama. Setiap jemaah harus melalui pemindaian visa secara individual sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

“Kami juga membantu membuka paspor saat proses pemindaian. Ini cukup memakan waktu, apalagi banyak jemaah lansia yang lebih nyaman menggunakan bahasa daerah,” tambahnya.

Kendala komunikasi turut menjadi tantangan, mengingat sebagian jemaah berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan bahasa yang beragam.

Baca Juga : Sempat Tertahan 5 Jam di Imigrasi Madinah, Dua Jemaah Haji Remaja Asal Kalteng Akhirnya Bisa Masuk

Dari sisi kesehatan, rata-rata sekitar 30 jemaah per kloter membutuhkan kursi roda, terutama saat proses naik ke bus menuju hotel.

Keberangkatan Bertahap Sesuai Aturan Arab Saudi

Abdul Basir menjelaskan bahwa proses keberangkatan dari bandara mengikuti regulasi otoritas Arab Saudi. Jemaah tidak diberangkatkan sekaligus, melainkan secara bertahap sesuai kesiapan data.

Baca Juga : Hari ke-8 Operasional Haji 2026: 40.796 Jemaah Diberangkatkan, 2 Orang Wafat

“Setiap bus menunggu proses input data melalui pemindaian visa selesai, baru diizinkan berangkat,” katanya.

Perjalanan dari bandara menuju hotel di Madinah diperkirakan memakan waktu sekitar 30 menit.

Puncak Kedatangan Segera Tiba

Dalam beberapa hari ke depan, jumlah kedatangan jemaah diprediksi akan meningkat. Saat ini, rata-rata terdapat sekitar 18 kloter per hari, dan diperkirakan mencapai 20 kloter saat puncaknya.

“Puncak kedatangan kemungkinan terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan,” pungkas Abdul Basir.

(Dra/nusantaraterkini.co).