Nusantaraterkini.co, MEDAN - Muhammad Arief Fadillah akhirnya berhasil mendirikan warung kopi miliknya sendiri setelah tiga tahun menjadi barista di coffee shop milik orang.
Pandemi COVID-19 menjadi titik awal mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berkecimpung di dunia perkopian. Tahun itu, ia dipertemukan dengan para pelaku usaha coffee shop hingga membuatnya tertarik untuk menggeluti.
Diusianya yang baru menginjak 23 tahun, sepak terjang Arief di dunia usaha coffee shop terbilang cukup menginspirasi dan cemerlang. Tiga tahun menjadi seorang barista, Arief akhirnya membulatkan tekadnya untuk mendirikan coffee shop sendiri.
Baca Juga : Kafe Dudukin.co, Tempat Nongkrong dengan Tagline Pelangan jadi Teman
Awal tahun 2023, Arief mendirikan coffee shopnya Dudukin.co yang berlokasi di Jalan Laksana, Kelurahan Kota Matsum III, Kecamatan Medan Kota, Medan, Sumatera Utara. Pria kelahiran 2001 ini mengaku beruntung bertemu pelaku usaha coffee shop yang memulai dari nol.
"Awalnya ditawari kerja, dan kebetulan saya dapat coffee shop yang benar-benar start-up. Jadi ngikuti dari nol, dari progres orang itu membentuk tim, organisasinya, resep dan segala macam, jadi aku belajarnya sampai di belakang layarnya," kata Arief kepada nusantaraterkini.co, Minggu (28/4/2024).
Ia menilai proses ini membuatnya semakin mencintai profesi sebagai seorang barista. Hingga akhirnya, menurutnya, semua barista memiliki keinginan yang sama yakni mempunyai coffee shop sendiri.
Keinginannya mempunyai coffee shop sendiri bak gayung bersambut. Dekat api dari panggang. Ikan pun matang sempurna dan siap untuk dihidangkan. Keinginan Arief mendirikan coffee shop mendapat dukungan penuh dari sang keluarga.
"Full support, mereka setuju, akhirnya cita-cita ku punya coffee shop itu (terwujud)," ungkapnya.
Arief mengatakan dukungan keluarga tidak serta-merta menjadi tiang utama berdirinya Dudukin.co. Sejumlah konsep yang kuat telah ia siapkan agar Duduikin.co bisa bersaing di pasar.
Termasuk, lanjutnya, menyiapkan filosofi Dudukin.co yang memiliki arti pelanggan bisa menyelesaikan masalah hiruk-pikuk kehidupan dengan duduk dan ngopi di gerainya tersebut. Menurutnya, ini bukan hanya slogan semata melainkan memiliki dasar yang kuat seperti sunah Rasulullah yang menganjurkan duduk ketika minum.
"Nggak mungkin kita lagi emosi, bicara sesuatu, kita berdiri, bahkan mau minum aja kita disarankan untuk duduk," tegasnya.
Selain itu, Arief mengaku menaruh prinsip pelanggan adalah teman. Pengalamannya menjadi barista membuat dirinya mengusung prinsip ini untuk bersaing di dunia usaha coffee shop.
"Karena aku barista, ngebar juga, aku kadang kan juga dengari curhatan kustomer. Come as customer live as a friend. Jadi kayak awal itu sebagai pelanggan tapi kalau bisa diakhir kita sebagai teman," terangnya.
Arief sendiri tidak menepis jika pasang surut turut dialami saat awal memulai usahanya. Namun, ia sangat terbantu dengan konsep yang matang dan sejumlah relasi pertemanan yang baik.
Sejauh ini, dia sudah mempekerjakan empat orang karyawan. Sejumlah fasilitas juga ia hadirkan untuk memanjakan pelanggan antara lain parkir gratis yang luas, ruangan AC no smoking, dan ruang outdoor dengan konsep jungle garden.
Untuk harga sendiri, termurah dibanderol Rp15 ribu dan termahal Rp28 ribu. Untuk menu andalan, Arief mengaku masih mengutamakan minuman dengan bahan dasar kopi antara lain sanger hingga cold brew. Menyusul makanan seperti ayam penyet hingga rice bowl.
Pada waktu tertentu, pihaknya juga menggelar live music guna menarik pelanggan.
(HAM/nusantaraterkini.co)
