Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

350 Porsi Ayam MBG di Medan Berbau dan Tak Layak Konsumsi, Dinas Pendidikan Sebut Karena Pesanan Menumpuk

Editor :  hendra
Reporter :  Junaidin Zai
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Momen saat pihak penyalur meletakkan sebanyak 1.050 porsi MBG di SMP N 3 Medan, pada Rabu (15/10/2025). (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, MEDANAroma tak sedap dari ratusan porsi menu ayam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Medan menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Sebanyak 350 porsi omprengan MBG yang seharusnya dibagikan kepada siswa ditemukan berbau dan dinyatakan tak layak konsumsi.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Andy Yudhistira, menyebut kejadian itu berlangsung pada Jumat, 10 Oktober 2025. Tim dari dinas, bersama pelaksana penyedia pangan gizi (SPPG) dan ahli gizi, telah melakukan klarifikasi langsung ke sekolah.

“Omprengan MBG tiba terlambat sekitar satu setengah jam dari jadwal normal,” kata Andy, kepada Nusantaraterkini.co, pada Kamis (16/10/2025).

Baca Juga : Dapur SPPG di Deliserdang Dimonopoli, Warga Pasar Gambir Menduga ada Udang Dibalik Batu

Biasanya, kata dia, makanan tiba di sekolah antara pukul 07.30 hingga 08.00 WIB, namun kali ini datang siang dan disertai kekurangan volume.

Pihak sekolah yang curiga dengan aroma makanan kemudian menghubungi pelaksana SPPG. Babinsa setempat juga menyarankan agar makanan tersebut tidak dibagikan karena diduga tidak layak konsumsi.

“Khususnya ayam goreng dengan bumbu marinasi yang tercium berbau tidak sedap,” ujar Andy.

Baca Juga : Kasus Korupsi BGN, Pakar: Bisa Jadi Pintu Masuk Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis

Beberapa saat kemudian, tim SPPG dan ahli gizi datang ke lokasi untuk memeriksa makanan. Hasilnya, ratusan porsi MBG itu dinyatakan tidak layak konsumsi. Meski begitu, makanan belum sempat disantap siswa.

Seluruh 350 porsi menu ayam tersebut kemudian ditarik dan diganti dengan makanan kering kemasan sebagai respons cepat di lapangan.

Menurut keterangan dari pihak SPPG kepada Dinas Pendidikan, penyebabnya adalah kesalahan teknis akibat kelebihan kapasitas pesanan. Sebab, pada hari yang sama, SMAN 5 Medan disebut meminta agar jatah MBG untuk hari Sabtu dikirim lebih awal, yaitu Jumat pagi, lantaran sekolah libur di akhir pekan.

“Jadi volume produksi bertambah karena pesanan untuk dua hari harus diselesaikan dalam waktu bersamaan. Proses marinasi ayam jadi tidak maksimal karena dapur produksi dikejar waktu. Akibatnya, masakan kurang matang dan berbau," ujar Andy.

Andy mengakui distribusi makanan akhirnya terlambat karena penumpukan pesanan tersebut. “Kondisi ayam yang direndam tepung terlalu lama membuat kualitasnya menurun,” tambahnya.

Namun, saat Nusantaraterkini.co mencoba mengonfirmasi langsung ke dapur produksi SPPG Sudirejo Medan Kota 001 yang berlokasi di Jalan Air Bersih, Kecamatan Medan Kota, pihak pengelola menolak memberikan keterangan.

Sejumlah pria yang mengaku sebagai pengamanan, mengatakan jika pihak-pihak terkait di dalam SPPG sedang tidak berada di lokasi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan menegaskan telah memberi peringatan keras kepada SPPG agar memperketat pengawasan mutu makanan sebelum dikirim ke sekolah.

“Dalam peristiwa ini tidak ditemukan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA yang menerima MBG dari penyedia tersebut,” kata Andy.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG akan diperketat untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya telah diberitakan, Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMP N 3 Medan, Bisri Batubara, saat ditemui di lokasi, pada Rabu (15/10/2025) siang. Dia juga mengatakan, sebanyak 350 dari 1.050 porsi terpaksa diganti dengan menu lain seperti roti, telur, susu, hingga buah-buahan.

"Mungkin karena ini vendor atau dapur kita khilaf, juga kurang berpengalaman, dan masih baru. Kita harap maklum saja dan sehingga ini nanti bisa berjalan dengan lancar," ujar Basri kepada wartawan.

Saat yang bersamaan, dia juga mengatakan jika SMP N 3, terhitung hari ini, genap satu bulan menjadi penerima MBG. Atas kondisi tersebut, dia mengaku jika seluruh pihak yang terlibat dalam skema distribusi makan siang gratis ini, sudah diperbaiki.

"Kejadiannya baru pertama kali, kita per hari ini (Rabu, 15 Oktober 2025) baru satu bulan baru dapat MBG dan itu berjalan dengan baik, dan anak-anak juga mengakui bahwa MBG ini sangat bermanfaat. Kemudian makanannya juga enak," ungkap Basri.

Dugaan makanan basi tersebut pertama kali mencuat lewat sebuah rekaman video yang beredar di media sosial. Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, tampak sejumlah siswa dan guru memeriksa bungkusan makanan yang disebut bagian dari program makan bergizi gratis dari pemerintah.

Dalam video itu juga menarasikan jika salah satu menu didalamnya terutama menua ayam mengeluarkan aroma tak sedap dan tidak layak makan atau basi. 

(Cw7/Nusantaraterkini.co)