Nusantaraterkini.co, SIDOARJO - Sebanyak 40 jenazah telah ditemukan dari puing reruntuhan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, hingga Minggu (5/10/2025) pukul 18.00 WIB.
Alat berat mulai dari pemecah beton hingga eskavator terus mengais puing bangunan empat lantai yang ambruk itu, hingga akhirnya satu per satu jasad ditemukan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue - SAR) bergerak cepat dengan peralatan lengkap mulai Alat Pelindung Diri (APD), helm, kacamata khusus SAR, sarung tangan dan sepatu boots menerobos puing demi mengevakuasi jenazah yang telah tertimbun material selama tujuh hari.
Baca Juga : Update Tragedi Ponpes Al-Khoziny Ambruk: 28 Santri Meninggal Dunia, 132 Korban Dievakuasi
"Setelah ditemukan, jasad-jasad itu kemudian dimasukkan ke dalam kantong khusus jenazah, disemprot disinfektan lalu dibawa menuju ambulance dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diidentifikasi," ungkapnya.
Seiring dengan semakin terbukanya akses di lokasi terdampak, tim SAR gabungan kian sering menemukan korban yang meninggal dunia.
Data pencarian korban pun terus berkembang. Pada Minggu (5/10/2025) sejak pukul 00.30 WIB hingga 18.00 WIB, sudah ada 15 jenazah yang ditemukan. Hal itu yang kemudian menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 40 orang.
Baca Juga : Insiden Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny: Tim SAR Gabungan Bekerja 24 Jam, Empat Jenazah Ditemukan Lagi
Penemuan jenazah per hari ini paling banyak apabila dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jika dirinci, pada Rabu (1/10/2025) ditemukan sebanyak 3 jenazah, hari berikutnya Kamis (2/10/2025) hanya 2 jenazah, kemudian Jumat (3/10/2025) ada 9 jenazah, Sabtu (4/10/2025) ditemukan 11 jenazah dan Minggu (5/10/1025) sampai pukul 18.00 WIB sudah 15 jenazah ditemukan.
"Data tersebut menandakan bahwa kinerja seluruh tim SAR gabungan semakin membuahkan hasil yang lebih baik, seiring dengan material tumpukan beton yang berangsur dapat disingkirkan," jelasnya.
Empat Potongan Bagian Tubuh Ditemukan
Selain jenazah dalam kondisi utuh, tim SAR gabungan juga mendapatkan empat potongan bagian tubuh manusia. Empat potongan tubuh itu belum dapat dikonfirmasi sebagai tambahan jumlah temuan jenazah, termasuk apakah temuan itu merupakan dari satu tubuh yang sama.
"Proses identifikasi dengan berbagai indikator harus dilakukan demi keabsahan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh pihak Disaster Victim Identification (DVI)," katanya.
Baca Juga : Update Korban Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk: 58 Santri Masih Hilang
Penemuan jenazah untuk ke sekian kalinya itu sekaligus mengurangi jumlah angka korban dalam pencarian menjadi 23 orang. Data ini didapatkan dari daftar absensi yang dikeluarkan pihak pondok pesantren.
Kendati demikian, jumlah angka tersebut sejatinya belum sepenuhnya dapat dijadikan sebagai data yang dapat divalidasi secara utuh, sebab ada beberapa kasus di mana salah satu santri tidak melaporkan kehadirannya kepada pengurus namun dihitung sebagai data korban hilang.
Ti. SAR gabungan tetap melanjutkan operasi pencarian sampai dipastikan sudah tidak ada jenazah atau potongan tubuh yang tersisa di lokasi kejadian.
(zie/Nusantaraterkini.co)
