Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

5 dari 16 Smelter Akan Rampung 2024, Total Investasi Rp 183,06 Triliun

Editor :  Annisa
Reporter :  Shakira
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Potret smelter di Indonesia. (Foto: ekonomi.bisnis.com)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co - Pada 2024, sebanyak 16 smelter terintegrasi ditargetkan rampung. Plt Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Suswantono, menyebut smelter tersebut akan melayani industri nikel, bauksit, besi, dan tembaga.

"Pembangunan fasilitas pemurnian mineral terintegrasi pada 2024 ditargetkan sebanyak 16 smelter," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, dilansir detikcom, Selasa (19/3/2024).

Kementerian ESDM menargetkan pembangunan 7 unit smelter nikel berdiri tahun 2024. Sejauh ini, kata Bambang, sudah ada 5 smelter yang selesai dibangun, sementara 2 lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Baca Juga : Listrik Sumatera Padam Berjam-jam, Ketua DPD Minta PLN Evaluasi Total Sistem Kelistrikan Nasional

Total investasi 7 smelter nikel ini mencapai US$ 2,67 miliar atau sekitar Rp 41,91 triliun (kurs Rp 15.700).

"Pertama smelter nikel ditargetkan sebanyak 7 unit. 5 unit sudah selesai dibangun, 1 unit dengan progres pembangunan 90%. kemudian 1 unit di bawah 30%, dengan total investasi sebesar US$ 2.676,4 juta," paparnya.

Kemudian sebanyak 7 unit smelter bauksit ditargetkan terbangun dengan nilai investasi US$ 5,89 miliar atau sekitar Rp 92,47 triliun. Kemudian 1 unit smelter besi ditargetkan dengan investasi US$ 55,5 juta atau sekitar Rp 808,55 miliar.

Baca Juga : Minyak Rusia Segera Masuk Indonesia, Bahlil Lahadalia Tekankan Prioritas Ketahanan Energi

"Smelter bauksit 7 unit, progres pembangunannya masih agak lambat, yaitu 30-90%, dengan total investasi US$ 5.893,5 juta. Ketiga smelter besi ditargetkan hanya 1 unit, program pembangunan 90%, nilai investasi US$ 51,5 juta," imbuhnya.

Sementara smelter tembaga ditargetkan terbangun sebanyak 1 unit. Menurut Bambang progres pembangunannya telah mencapai 90%, dengan nilai investasi US$ 3,08 miliar atau sekitar Rp 48,35 triliun.

Dengan begitu total investasi dari ke-16 smelter tersebut mencapai US$ 11,66 miliar atau sekitar Rp 183,06 triliun. Dari jumlah tersebut yang sudah terbangun sebanyak 5 smelter sementara 11 lainnya belum selesai.

(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: detikcom