Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan hutan Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Rinjani, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (13/11/2024) lalu.
Sejauh ini, api masih belum berhasil dapat dipadamkan secara keseluruhan oleh petugas gabungan.
Baca Juga : Sumsel Siaga Karhutla: 166 Titik Panas Terdeteksi, Tertinggi Sepanjang 2026
BNPB memantau penanganan karhutla yang masih terjadi hingga hari ini, Kamis (14/11/2024). Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB melaporkan 95 persen api yang ada di kawasan hutan berhasil dikendalikan.
Baca Juga : Menko Polkam Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026 di Sumsel
"Petugas gabungan melakukan pemantauan dan pengendalian titik api di lokasi terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya.
Muhari menjelaskan, sebaran titik api berada pada wilayah Batu Ceper, Plawangan, di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pantauan tim BPBD setempat, titik api berada di Seberang timur, jalur pendakian pos 3 dan pos cemara 5.
Baca Juga : BPBD Sumsel Padamkan 3 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Muratara
"Pihak BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat melaporkan pihaknya masih menghitung luas karhutla tersebut," jelasnya.
Baca Juga : PALI dan Muara Enim Jadi Daerah Paling Banyak Dilanda Karhutla di Sumsel hingga Mei 2026
Merespons adanya api di kawasan hutan, tim gabungan langsung terjun ke lokasi terdampak. Tim gabungan segera memutus jalur api agar tidak menjalar secara luas.
Karena itu BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan di kawasan yang saat ini masih terdapat titik api.
Baca Juga : Demo di NTB Bergejolak, Massa Aksi Rusak Markas Polda hingga Bakar Gedung DPRD
"Patroli petugas kawasan perlu ditingkatkan untuk mencegah dini meluaskan api apabila terjadi karhutla," pungkasnya.
Baca Juga : Tinjau Persiapan Mudik, Senator Mirah Midadan Awasi Persiapan di Tiga Titik Bandara Hingga Terminal
(zie/Nusantaraterkini.co)
