Nusantaraterkini.co, MEDAN - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatra Utara siap ditempati sebelum Ramadan 2026.
"Soal hunian sementara diharapkan dipercepat, sehingga berkurang masyarakat yang masih di tenda-tenda pengungsian. Apa lagi kita akan menghadapi bulan suci Ramadan," katanya usai mengunjungi SMAN 3 Medan, Jum'at (23/1/2026).
Baca Juga : Pembangunan Huntap Pascabencana di Sumatera Dikebut, Pemerintah Prioritaskan Korban Rumah Rusak Berat
Percepatan pembangunan Huntara ini sambung AHY, harus dilaksanakan secara bergotongroyong oleh berbagai pihak. Sehingga, target penyelesaian pembangunan sebelum Ramadan bisa tercapai.
Baca Juga : Nestapa Korban Banjir Bandang Tamiang: Bantuan Hunian Tidak Jelas, Tenda Pengungsian Terancam Dibongkar
Pembangunan Huntara melibatkan banyak pihak, mulai dari kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota.
"Sesuai dengan arahan Presiden, kita berharap Huntara sudah terbangun di sana-sini secara cepat dan masif. Jadi progresnya bisa cepat dan siap dihuni," ujar AHY.
Baca Juga : Raih Kemenangan, Pelatih Malaysia Sebut Timnya Masih Banyak Kelemahan
Ia menjelaskan, dalam proses pemulihan wilayah terdampak bencana, dirinya memiliki tugas mengkoordinasikan tiga aspek utama yaitu infrastruktur dasar, perumahan dan lahan, serta tata ruang.
Baca Juga : 2 Tahun Buron, Polisi Ringkus Pembunuh Pria di OKU Selatan
"Satgas sudah dibentuk. Saya juga ditugaskan mengkoordinir tiga aspek, infrastruktur dasar, termasuk jalan, jembatan, fasilitas air bersih, dan fasilitas umum seperti sekolah. Kami di pemerintah pusat juga sejak hari pertama berupaya segera mengidentifikasi daya rusak atau kehancuran infrastruktur," ucapnya.
Sebelum mengunjungi Sumatera Utara, AHY baru saja meninjau Provinsi Aceh. Di sana ia turut memantau progres pembangunan Huntara dan pemulihan daerah usai bencana.
(cr2/nusantaraterkini.co)
