Nusantaraterkini.co, MEDAN– Banjir melanda kawasan pemukiman warga di sekitar TPS 39, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Rabu (27/11/2024), mengakibatkan banyak warga tidak mengikuti proses pemungutan suara.
Sungai yang meluap sejak pagi menyebabkan beberapa daerah yang sebelumnya tidak pernah banjir kini terendam dan menghambat akses warga untuk datang ke TPS.
Baca Juga : Mitos Politik: Mengapa Partai yang Terlempar dari DPR Sulit Kembali ke Senayan?
Baca Juga : Dukung Putusan MK, Dasco : Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Akan Diakomodir di RUU Pemilu
Ketua KPPS Dian Fanani (42), air mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB. Awalnya air hanya merembet, tetapi lama-kelamaan mencapai ketinggian hingga sebetis.
Beberapa warga mengaku kesulitan menuju TPS karena genangan air, terutama warga yang tinggal di area belakang yang dekat dengan sungai.
Baca Juga : Pakar Nilai Sanksi Blacklist Lebih Efektif Tekan Politik Uang
Hal ini berdampak pada rendahnya tingkat partisipasi pemilih, di mana dari total 454 pemilih yang terdaftar, hanya 82 orang yang datang memberikan suara.
Baca Juga : Pilkada Tak Langsung Dinilai Curi Kedaulatan Rakyat, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa
“Sebagian besar warga terdampak banjir, terutama yang tinggal di belakang, dekat sungai. Mereka tidak bisa datang karena aksesnya sulit,” kata Dian.
Selain itu, sistem pembagian Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang disusun berdasarkan abjad, bukan per keluarga, juga menjadi kendala tersendiri. Banyak keluarga terpisah lokasi TPS-nya, sehingga menyulitkan koordinasi.
Baca Juga : Raih Kemenangan, Pelatih Malaysia Sebut Timnya Masih Banyak Kelemahan
Banjir juga mengganggu kenyamanan petugas KPPS saat bertugas.
Baca Juga : 2 Tahun Buron, Polisi Ringkus Pembunuh Pria di OKU Selatan
“Air sudah mulai merembet sampai di depan TPS. Kertas suara dan dokumen pemilu jadi rawan basah, dan kami harus ekstra hati-hati supaya tidak rusak,” tambah Dian.
Namun, meskipun kondisi sulit, petugas TPS tetap melaksanakan tugasnya hingga proses perhitungan suara selesai.
Dian mengakui bahwa tidak ada komunikasi lebih lanjut dengan pihak kecamatan terkait potensi relokasi TPS karena situasi dianggap masih memungkinkan untuk melanjutkan pencoblosan.
“Ini kan bencana alam, jadi kami usahakan tetap berlangsung selama memungkinkan,” ujar Dian.
Saat ini, perhitungan suara untuk pemilihan wali kota sedang berlangsung.
Sementara itu, banjir sudah mulai surut di area TPS, namun dampaknya terhadap partisipasi pilkada dikawasan tersebut, menurun.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
