Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Aksi Jual Melanda Akhir Pekan Ini, Tiga Indeks Acuan Utama Wall Street Ditutup Memerah

Editor :  Team
Reporter :  wiwin
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pada perdagangan Jumat (27/12/2024) aksi jual melanda Wall Street akhir pekan ini. Alhasil, tiga indeks acuan utama Wall Street ditutup memerah.(sumber foto: reuters)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, New York - Pada perdagangan Jumat (27/12/2024) aksi jual melanda Wall Street akhir pekan ini. Alhasil, tiga indeks acuan utama Wall Street ditutup memerah.

Sementara, Dow Jones turun 333,59 poin atau 0,77% menjadi 42.992,21. Lalu, indeks S&P 500 merosot 66,75 poin atau 1,11% menjadi 5.970,84 poin. 

BACA: Semua Indeks Utama Wall Street Melompat Lebih Tinggi Menandai Hari Pertama Reli Musiman Santa Claus

Baca Juga : Dilantik Jadi Bos The Fed, Kevin Warsh Janji Tak Tunduk pada Trump

Sementara Nasdaq Composite jatuh 298,33 poin atau 1,49% ke level 19.722,03.

"Hari ini terasa seperti ada banyak aksi ambil untung di seluruh sektor," kata Michael Reynolds, wakil presiden strategi investasi di Glenmede seperti dikutip Reuters.

BACA: Indeks Utama Wall Street Bergerak Mixed Menjelang Musim Liburan Natal yang Sibuk

Baca Juga : IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 7.146 pada Perdagangan 8 Mei 2026, Investor Pantau Sentimen Global

Ia menambahkan, Wall Street sudah lebih dari dua tahun memasuki pasar saham yang cukup kuat. Jadi, tidak mengherankan melihat beberapa orang mengambil untung dan menyeimbangkan kembali portofolio mereka menjelang tahun baru.

Menyoroti aksi ambil untung, saham 45 perusahaan dengan kinerja terbaik tahun ini di S&P 500 semuanya berakhir lebih rendah pada Jumat (27/12).

BACA: Wall Street Bertengger di Zona Hijau di Perdagangan Terakhir Pekan Ini Setelah Dua Hari yang Lesu

Baca Juga : Wall Street Pecahkan Rekor, Dolar AS Menguat

Aksi jual tersebut menggagalkan reli Sinterklas musiman. Biasanya di musim ini harga saham naik selama lima sesi terakhir bulan Desember dan dua sesi pertama bulan Januari. Sejak 1969, S&P 500 telah naik rata-rata 1,3%, menurut Stock Trader's Almanac.

Sesi hari Kamis mengisyaratkan momentum terhenti, dengan S&P 500 dan Nasdaq membukukan kerugian marjinal untuk mengakhiri kenaikan beruntun selama beberapa sesi.

Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS telah menarik perhatian investor, dengan obligasi acuan 10 tahun mencapai titik tertinggi dalam lebih dari tujuh bulan pada sesi sebelumnya. Imbal hasil mendekati angka tersebut pada hari Jumat, yaitu 4,63%.

Baca Juga : Wall Street Merosot Karena Lonjakan Pada Sesi Sebelumnya Mereda: Dow Jones Industrial Average Ditutup Melemah 68,42 Poin

Imbal hasil yang lebih tinggi dianggap menghambat saham-saham pertumbuhan, karena meningkatkan biaya pinjaman untuk ekspansi bisnis. 

Saham-saham ini, terutama yang disebut sebagai saham-saham teknologi Magnificent Seven yang telah menjadi pendorong utama reli pasar pada tahun 2024, juga terjebak dalam aksi jual pada hari Jumat.

Untuk hari kedua berturut-turut, harga saham Tesla memimpin penurunan di antara kelompok tersebut, turun 5%. Di antara anggota lainnya, Nvidia turun 2,1% sementara Alphabet, Amazon.com, dan Microsoft semuanya turun lebih dari 1,5%.

"Kami memiliki biaya modal yang lebih tinggi setiap kali suku bunga naik seperti ini, dan kenaikannya cukup signifikan selama sekitar satu bulan terakhir," kata Reynolds dari Glenmede.

Semua dari 11 sektor utama indeks S&P turun. Kinerja terburuk pada hari Jumat adalah tiga indeks yang menjadi sorotan utama tahun 2024: barang konsumsi diskresioner, teknologi informasi, dan layanan komunikasi. Ketiganya turun antara 1,1% dan 1,9% pada hari itu.

Meskipun mengalami penurunan pada hari Jumat, ketiga indeks Wall Street mencatat kenaikan mingguan. Untuk minggu ini, S&P 500 naik 0,7%, Dow naik tipis 0,36%, dan Nasdaq naik 0,75%.

Volume perdagangan dalam minggu yang singkat karena liburan ini berada di bawah rata-rata enam bulan terakhir dan kemungkinan akan tetap tenang hingga 6 Januari. 

Fokus utama pasar berikutnya adalah laporan ketenagakerjaan Desember yang akan dirilis pada 10 Januari.