Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ambisi Gerbang Barat: Gubernur Bobby Nasution Gagas Mega-Integrasi Logistik Sumatera Utara

Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Gubernur Sumut Bobby Nasution Visi ini bertemu dalam pertemuan strategis bersama jajaran Direksi PT Danareksa (Persero) di Medan, Kamis (22/1/2026).(foto:Diskominfo Sumut)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.coMEDAN-Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memproyeksikan transformasi besar pada peta industri daerah dengan mengusulkan integrasi menyeluruh antara Kawasan Industri Medan (KIM), KEK Sei Mangkei, serta dua pelabuhan strategis, Belawan dan Kualatanjung. Visi ini disampaikan dalam pertemuan strategis bersama jajaran Direksi PT Danareksa (Persero) di Medan, Kamis (22/1/2026), sebagai upaya memangkas biaya logistik dan memperkuat posisi tawar Sumatera Utara dalam rantai pasok internasional.

​Gubernur menekankan bahwa efisiensi adalah harga mati untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%. Ia mengusulkan sistem "jalur hijau" ekonomi di mana produk dari kawasan industri mendapatkan kemudahan akses ekspor secara otomatis tanpa hambatan pajak tambahan di luar area produksi.

Baca Juga : Ekonomi Sumut Triwulan III Tumbuh Sebesar 4,63 Persen

 "Saya ingin Sumut menjadi satu kesatuan yang kuat dengan jalur transportasi yang efisien. Jangan sampai begitu keluar area, kena pajak baru lagi, yang justru memberatkan pelaku usaha," tegas Bobby Nasution.

Salah satu poin krusial dalam usulan tersebut adalah redefinisi peran Pelabuhan Belawan dan Kualatanjung. Bobby mendesak adanya spesialisasi fungsi agar kedua infrastruktur raksasa ini tidak saling tumpang tindih, melainkan saling melengkapi dalam menangkap peluang pasar global. Dengan letak geografis yang strategis menghadap Selat Malaka, integrasi ini diharapkan mampu menjadikan Sumut sebagai pusat industri terpadu yang kompetitif di gerbang barat Indonesia.

Merespons visi tersebut, Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Yadi Jaya Ruchandi, menyatakan komitmennya untuk melakukan aksi korporasi yang lebih agresif di Sumatera Utara. Selain fokus pada penertiban tata kelola sumber daya air di KIM, Danareksa kini tengah melirik pengembangan kawasan baru di Tanjung Kasau.

Baca Juga : Pemprov Sumut Klaim Keberhasilan Membangun Iklim Investasi yang Kondusif

"Ekspansi ini dilakukan untuk memperluas daya tampung industri dan memastikan investasi yang telah masuk dapat beroperasi dengan standar manajemen yang lebih optimal dan berkelanjutan," ujarnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)