Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada awal perdagangan pekan Senin (9/12/2024) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan di pasar spot.
Diramalkan pegerakannya akan terbatas di rentang rentang level support 7.293 dan resistance 7.470.
BACA: Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol di Level Rp1.508.000 Per Gram di Perdagangan Minggu (8/12/2024)
Baca Juga : Pergerakan IHSG Terkoreksi Sebesar 1,05% Dalam Sepekan
Diperdagangan sepekan kemarin, IHSG tercatat menguat 3,77%. Pada akhir perdagangan Jumat (6/12), indeks menguat 69,472 poin atau 0,95% ke 7.382,785.
Menanggapi hal tersebut, VP Marketing, Strategy and Planning PT Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan IHSG tercatat menguat 3,77% dalam sepekan terakhir dengan asing mencatatkan net sell sebesar Rp 650 miliar di seluruh perdagangan.
Baca Juga : IHSG Melaju 0,95% ke Level 7.382,78 Selama Sepekan Ditopang Rilis Sejumlah Data Ekonomi Amerika Serikat
Sektor keuangan menjadi yang paling banyak dilepas oleh investor asing, dengan penjualan terbesar tercatat pada saham BBRI sebesar Rp 1,34 triliun, diikuti oleh BBNI sebesar Rp 202 miliar dan BBCA Rp 53 miliar.
Audi menilai sentimen pasar pekan ini terpengaruh oleh rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang mengindikasikan pasar tenaga kerja masih cukup kuat.
Baca Juga : IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.000/Dolar AS, DPR Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
Hal ini memberi sinyal bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserves (The Fed) kemungkinan akan lebih lambat dalam menurunkan suku bunga di masa mendatang.
"Dari dalam negeri, data inflasi yang masih terjaga menjadi sentimen positif untuk pasar," kata Audi.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat ada sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG dalam sepekan. Pertama, IHSG mencatat inflow sebesar Rp 2,7 triliun meskipun hanya berlangsung selama dua hari. Selain itu penguatan IHSG juga didukung oleh sektor IDX Techno dan IDX Basic Materials.
Baca Juga : IHSG Anjlok 8,69% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp922 Triliun
Kedua, dirinya memperkirakan investor menanti keputusan The Fed akan pemangkasan suku bunga, di mana tone terakhir The Fed belum mengisyaratkan adanya pemangkasan. Namun demikian, secara probabilitas terjadi adanya peningkatan akan pemangkasan suku bunga.
"Ketiga, sentimen datang dari pembagian dividen," kata Herditya.
Herditya juga memproyeksikan pergerakan IHSG pada Senin (9/12) berpeluang melanjutkan penguatannya dengan support 7.283 dan resistance 7.386.
Baca Juga : Rupiah Melonjak 0,74% ke Rp16.850, Dolar AS Melemah di Tengah Sentimen Global
Selain itu, Audi memperkirakan IHSG pada Senin (9/12) bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 7.293 dan resistance 7.470 dengan indikator MACD menunjukkan penguatan tren, sejalan juga dengan indikator RSI.
Meski demikian, dorongan volume transaksi cenderung lemah dengan berada di bawah rerata 20 hari.
"Pasar tengah menantikan rilis data indeks keyakinan konsumen bulan Nov 2024, yang diperkirakan tetap di level 121, jika berada di bawahnya maka akan cenderung menjadi sentimen negatif di tengah tren penurunan beberapa bulan terakhir," ujarnya.
Baca Juga : Timur Tengah Memanas, Daya Tarik Dolar AS Sebagai Lindung Nilai Melemah
