Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Analis Pasar: Kurs Rupiah Diprediksi akan Bergerak Konsolidasi Setelah Menguat pada Selasa (24/12/2024) Lalu

Editor :  Team
Reporter :  wiwin
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
urs rupiah bertengger di level Rp 16.190 per dolar AS atau menguat 0,04% dalam sehari. Sedangkan kurs di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia melemah 0,30% ke level Rp 16.208 per dolar AS dari sebelumnya. (sumber foto: kontan)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (27/12/2024) besok kurs rupiah diperkirakan bergerak konsolidasi setelah menguat pada Selasa (24/12) lalu. 

Adapun pelemahan kurs rupiah ini disebut masih lebih baik dibandingkan mata uang negara-negara lain seperti won Korea Selatan, yen Jepang bahkan real Brasil.

Adapun pada akhir perdagangan Selasa (24/12), berdasarkan Bloomberg kurs rupiah bertengger di level Rp 16.190 per dolar AS atau menguat 0,04% dalam sehari.

Baca Juga : IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.000/Dolar AS, DPR Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor

BACA: Kurs Rupiah Melanjutkan Tren Penguatan di Posisi Rp16.192 Per Dolar AS untuk Hari Ketiga Berturut-turut

Sedangkan kurs di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia melemah 0,30% ke level Rp 16.208 per dolar AS dari sebelumnya. 

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, sejumlah data ekonomi Indonesia menjadi salah satu penopang kinerja rupiah. Selain itu data ekonomi Indonesia menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan negara Amerika Latin seperti Brasil. 

Baca Juga : DPR Ingatkan Lonjakan Dolar AS Ancam Ketahanan Pangan, Minta Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor

BACA: Kurs Rupiah Unjuk Gigi Dihadapan Dolar Amerika Serikat Bertengger di Level Rp16.126 Per Dolar AS

Misalnya, defisit anggaran RI yang mencapai minus 2,7% masih lebih baik dibandingkan Brasil yang minus 8,7%. Selain itu, defisit transaksi berjalan sebesar 0,7% juga lebih baik dari Brasil yang 2,9%. 

Kendati demikian peegerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal daripada internal. 

Baca Juga : Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.000! Simak Kurs Terbaru

Dari eksternal, tensi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa antara Rusia dan Ukraina, perlambatan ekonomi di Tiongkok serta kemenangan Donald Trump dalam pilpres Amerika Serikat. 

BACA:Analis Pasar: Gonjang-ganjing PPN 12% Hantui Pergerakan Kurs Rupiah Pekan Depan

Ibrahim menyebut rupiah menguat akibat investor yang berhati-hati dengan sikap hawkish Federal Reserve AS, market pun tidak memasang taruhan besar menjelang minggu perdagangan yang dipersingkat karena liburan Natal.

Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Diproyeksikan akan Bergerak Sideways Hari Ini

Adapun pertemuan The Fed mengindikasikan bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk periode yang lebih lama setelah pemangkasan pada hari Rabu. 

Saat ini pun pedagang hanya mengharapkan dua penurunan seperempat poin pada tahun 2025 di tengah ketahanan ekonomi yang berkelanjutan dan inflasi yang masih tinggi.

Di sisi lain pasar juga menunggu kejelasan lebih lanjut tentang rencana Beijing untuk langkah-langkah stimulus di tahun mendatang. 

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Diramalkan akan Bergerak di Level Support 7.800 dan Resistance 8.000 Pekan Ini

"Laporan-laporan terkini menunjukkan bahwa negara tersebut akan meningkatkan pengeluaran fiskal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Ibrahim.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan rupiah masih akan berkonsolidasi di tengah perdagangan yang tipis dalam suasana liburan nataru. 

"Dolar AS juga cukup datar, menguat sangat tipis. Jadi rupiah mungkin sedikit melemah," kata Lukman.

Namun demikian pada malam ini klaim data pengangguran AS klaim akan segera dirilis. Data tersebutlah yang akan menggerakan dolar maupun rupiah. 

Oleh sebab itu Lukman masih wait and see sampai datanya rilis. Oleh sebab itu Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 16.150-16.250 per dolar AS pada pergerakan Jumat (28/12). 

Sementara itu pada malam ini klaim data pengangguran AS akan segera diumumkan. Data tersebut diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan dolar maupun rupiah. 

Oleh karenanya, Lukman memilih untuk wait and see hingga data tersebut dirilis. Dia pun memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 16.150-16.250 per dolar AS pada perdagangan Jumat (28/12).

Sedangkan Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif namun sanggup ditutup menguat dalam rentang Rp 16.150 - Rp 16.200 per dolar AS pada Jumat (28/12).(kontan)