Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Masih Tertekan Meski Investor Cenderung Wait And See

Editor :  Team
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
nilai tukar rupiah kembali melemah ditutup turun 0,10% ke level Rp 16.288 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (21/8/2025) nilai tukar rupiah kembali melemah ditutup turun 0,10% ke level Rp 16.288 per dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Berkonsolidasi Dalam Rentang Sempit

Sebaliknya, kurs rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia justru menguat tipis 0,05% menjadi Rp 16.283 per dolar AS dibandingkan posisi sehari sebelumnya di Rp 16.291 per dolar AS.

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,11% Berada di Level Rp16.187 Per Dolar AS Pagi Ini

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan, pelemahan rupiah terjadi seiring rebound dolar AS pasca-rilis risalah rapat FOMC.

Risalah tersebut menunjukkan mayoritas pejabat The Federal Reserve (The Fed) masih cenderung hawkish.

Namun, pelemahan rupiah relatif terbatas. Hal ini dipengaruhi adanya perbedaan pandangan dari dua gubernur The Fed yang menandakan tekanan dovish meningkat.

Kondisi tersebut membuka peluang pemangkasan suku bunga pada September.

"Rupiah diperkirakan masih tertekan, walau investor cenderung wait and see menantikan pidato Ketua The Fed Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole besok," ujar Lukman

Lukman memperkirakan, Powell kemungkinan besar masih akan mempertahankan nada hawkish sehingga mendukung penguatan dolar AS.

Adapun rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp 16.200–Rp 16.350 per dolar AS pada Jumat (22/8).