Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Fokus operasional Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini sepenuhnya beralih pada pengamanan arus balik Lebaran 1447 H, khususnya di titik krusial penyeberangan Sumatra-Jawa. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menginstruksikan jajarannya untuk menerapkan strategi yang lebih responsif guna menjamin kelancaran pergerakan masyarakat pasca-puncak mudik yang terjadi pada 18 Maret lalu. Strategi ini disusun berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap dinamika lapangan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni.
Salah satu taktik utama yang disiapkan adalah akselerasi mekanisme tiba–bongkar–berangkat (TBB). Jika pada arus mudik optimalisasi TBB baru mencakup 3 hingga 4 dermaga, pada arus balik ini Menhub meminta kapasitasnya ditingkatkan hingga 6 dermaga. Langkah ini bertujuan untuk memangkas waktu sandar kapal dan mempercepat penguraian volume kendaraan yang masuk ke kawasan pelabuhan.
Baca Juga : Fakta Baru Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara: Ternyata Tak Berizin Sejak 2020
“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini, fokus kita adalah memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat serta strategi yang lebih matang,” ujar Menhub Dudy Purwagandhi usai memimpin rapat koordinasi di kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Merak, Senin (23/3/2026).
Selain manajemen dermaga, Kemenhub memperkuat pengawasan hulu melalui delaying system di Pulau Sumatra dengan mengoptimalkan buffer zone dan rest area bersama Korlantas Polri. Teknologi canggih seperti drone juga dikerahkan untuk mendeteksi antrean secara real-time di wilayah Bakauheni. Untuk mengantisipasi kondisi darurat, pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan Panjang dan Krakatau Bandar Samudra (KBS) telah disiagakan sebagai katup pelepas jika terjadi penumpukan kendaraan di pelabuhan utama.
Baca Juga : Pasbar Gandeng Kemenhub Lewat MoU: Putra-Putri Daerah Disiapkan Jadi SDM Unggul Perhubungan
Sektor digital dan keamanan tiket juga menjadi perhatian serius. Menhub mempertegas aturan satu NIK untuk satu tiket guna memberantas praktik percaloan yang merugikan pemudik. Radius zona pembelian melalui aplikasi Ferizy pun diperluas hingga lebih dari 4 km dari pelabuhan untuk mencegah penumpukan kendaraan di akses masuk utama.
"Setiap catatan selama arus mudik harus segera kita perbaiki. Jangan menunggu masalah membesar. Kuncinya ada pada kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan di lapangan,” tegas Menhub, seperti dilansir RMOL.
Baca Juga : Menhub Pastikan Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Siap Layani Jemaah Haji 2026
Ia juga mengingatkan agar rekayasa operasional di kawasan penyangga seperti Indah Kiat diperketat guna menghindari perpotongan alur kendaraan yang dapat memicu kemacetan panjang.
Baca Juga : Perlancar Arus Mudik, Pemprov Sumsel Targetkan Perbaikan Jalan Selesai H-10 Lebaran
Menutup arahannya, Dudy menekankan bahwa aspek keselamatan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam melayani pemudik. Dengan koordinasi intensif bersama pihak kepolisian dan operator penyeberangan, pemerintah optimistis arus balik tahun 2026 ini akan berjalan dengan tertib, aman, dan tetap mengedepankan kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Arus Balik Libur Panjang, Trafik Tol Trans Sumatera Melonjak 118 Ribu Kendaraan
