Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Asia Pulo and Paper (APP) Group memperkuat sistem deteksi dini melalui pendekatan Integrated Fire Management (IFM). Hal ini guna mengantisipasi ancaman fenomena El Niño pada musim kemarau 2026 di wilayah Sumatera Selatan.
Langkah ini dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah dan masyarakat melalui pengawasan teknologi serta kesiapsiagaan personel di lapangan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca Juga : BPBD Sumsel Padamkan 3 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Muratara
“Melalui pendekatan Integrated Fire Management, kami memastikan seluruh upaya penanggulangan karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan berbasis masyarakat, pemantauan berbasis teknologi, hingga kesiapan respon cepat di lapangan,” ujar Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga : PALI dan Muara Enim Jadi Daerah Paling Banyak Dilanda Karhutla di Sumsel hingga Mei 2026
Dalam apel kesiapsiagaan di Griya Agung Palembang, APP Group bersama mitra pemasoknya menyiagakan 907 personel Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK) dan 48 personel Tim Reaksi Cepat. Kekuatan ini didukung infrastruktur canggih berupa 40 menara api, drone pemantau, serta helikopter untuk patroli udara dan water bombing guna mendeteksi titik api secara real-time.
“Namun, kami meyakini bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan secara sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah, aparat, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Baca Juga : Indonesia Dihantui Inflasi Besar: Dampak Pelemahan Rupiah ke Komoditas Pangan Masih Minim
Sementara itu dalam sambutannya, Menko Polkam RI, Djamari Chaniago menegaskan jika Sumatera Selatan menjadi perhatian serius karena memiliki karakteristik lahan gambut yang rawan terbakar. Melalui reaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla Nasional, diharapkan seluruh elemen dunia usaha dan instansi terkait dapat bergerak lebih cepat dalam melakukan mitigasi sebelum api meluas.
Baca Juga : Herman Deru Canangkan Gertam di OKI demi Kejar Target 5 Juta Ton GKG
“Semangat gotong royong dan nilai-nilai luhur kebersamaan harus terus kita hidupkan, agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” imbuhnya.
APP Group juga melibatkan masyarakat di 31 desa melalui program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) untuk mengelola lahan tanpa bakar. Selain itu, seluruh pemantauan titik api terintegrasi dalam 31 situation room yang beroperasi 24 jam penuh.
"Kami mengajak semua stakeholder untuk untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam mencegah dan menanggulangi potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan," ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
