Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkab OKI Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Sejak Dini

Editor :  hendra
Reporter :  Adetia Purwaningsih
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki (tengah) bersama Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Sandi Nugroho (kiri) usai Apel Besar Siaga Karhutla di halaman GOR Perahu Kajang, OKI pada, Rabu (22/4/2026). (Foto: dok Pemkab OKI)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, KAYUAGUNG — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) secara resmi menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 14 April 2026 sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung panjang.

Penetapan status ini diperkuat dengan pengerahan 1.051 personel gabungan dalam Apel Besar Siaga Karhutla pada, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan koordinasi lintas instansi, penguatan edukasi kepada masyarakat, serta optimalisasi bantuan peralatan senilai Rp 1,5 miliar dari pemerintah pusat berjalan efektif di lapangan.

Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga, Bulog Sumsel Babel Optimalkan Penyaluran Beras SPHP

“Patroli dan edukasi terus ditingkatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujar Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, dalam keterangan tertulis yang diterima (23/4/2026).

Muchendi mengatakan jika kebijakan ini memungkinkan seluruh pemangku kepentingan bergerak lebih cepat dalam melakukan pencegahan, terutama di wilayah-wilayah rawan.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menyediakan pompa air bagi petani sebagai upaya nyata meminimalisir praktik pembakaran lahan, serta menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan.

Baca Juga : Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Terapung di Sungai Enim

“Langkah ini diharapkan mampu memastikan respons yang cepat dan terpadu apabila terjadi kebakaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Sandi Nugroho menekankan pentingnya sinergi seluruh sumber daya untuk menjamin keamanan masyarakat.

“Apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kesungguhan untuk menyatukan langkah dan meningkatkan kewaspadaan bersama,” tegasnya.

Baca Juga : Pertamina Temukan Cadangan Minyak Baru, Potensi Produksi Hingga 2.184 Barel Per Hari

Ia mengingatkan jika karakteristik lahan gambut di wilayah OKI memerlukan pendekatan pencegahan yang sangat serius karena api yang menyebar di bawah permukaan akan jauh lebih sulit dan mahal untuk dipadamkan jika sudah meluas.

“Dari OKI, kita tegaskan kesiapan menghadapi musim kemarau 2026 sekaligus memperkuat penanggulangan bencana yang cepat dan terpadu,” imbuhnya.

Kapolda juga menginstruksikan penguatan patroli terpadu dan percepatan verifikasi titik panas agar setiap potensi kebakaran dapat dikendalikan sejak dini.

Baca Juga : CFD Palembang Bakal Diluncurkan 14 Juni 2026

Pihaknya bersama jajaran TNI dan instansi terkait berkomitmen mendukung penuh langkah strategis Pemerintah Kabupaten OKI dalam mewujudkan perlindungan lingkungan dan stabilitas keamanan wilayah dari bencana kabut asap.

“Pencegahan harus menjadi prioritas, karena penanganan kebakaran besar membutuhkan biaya lebih tinggi, waktu lebih lama, dan risiko lebih besar,” pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Realisasi Belanja Negara di Sumsel Tembus Rp12,61 Triliun hingga April 2026