NUSANTARATERKINI.CO, JAKARTA - TikTok Shop resmi beroperasi kembali di Indonesia.
Dilansir dari kompas.com, dalam pengumuman yang diunggah di blog resmi TikTok. Kembalinya TikTok Shop di Indonesia ini hadir lewat kemitraan dengan perusahaan e-commerce PT Tokopedia (Tokopedia).
Dari segi investasinya dengan PT Gojek GoTo Tokopedia, TikTok pun menyuntik dana sebesar 1,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 23,4 triliun (asumsi 1 dollar AS = Rp 15.609) sebagai komitmen jangka panjang untuk berinvestasi mendukung operasional.
Baca Juga : Australia Ambil Langkah Tegas, 4,7 Juta Akun Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan
Aplikasi di bawah naungan ByteDance ini pun kembali bisa digunakan para penjual, pembeli, dan kreator untuk beraktivitas belanja dan aktivitas afiliasi lebih mudah.
Sempat terhenti beberapa bulan lalu, TikTok Shop kini mulai kembali beroperasi dan bisa digunakan bertransaksi sejak Selasa (12/12/2023).
Kolaborasi ini tentu membuat ByteDance, induk perusahaan TikTok semakin berekspansi dan terus mengembangkan platformnya di Indonesia. Melihat perjalanan TikTok dengan masifnya pengguna di Indonesia, mari menilik ringkas profil ByteDance, perusahaan teknologi Cina di balik TikTok - Tokopedia serta perjalanan bisnisnya.
Baca Juga : FIFA Gandeng TikTok untuk Piala Dunia 2026: Ada Siaran Langsung dan Konten Eksklusif
Profil ByteDance dan perkembangan TikTok di Indonesia ByteDance merupakan perusahaan teknologi internet Cina. Didirikan oleh Zhang Yiming pada tahun 2012.
Yiming adalah miliader sekaligus wirausahawan internet China. Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan pribadi Zhang Yimin berjumlah sekitar 44,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 659 triliun).
Dari segi nilai perusahaan, mengutip Statista, ByteDance kini menjadi perusahaan TI terbesar kelima di dunia. Valuasi perusahaan Bytedance pada Agustus 2023 adalah 350 miliar dollar AS atau setara Rp 5.550 triliun.
Baca Juga : Rico Waas: Medan Tumbuh Menjadi Kota Metropolitan Berbasis Teknologi
Posisi Bytedance berada di bawah Alphabet (1.656 miliar dollar AS), Amazon (1.373 miliar dollar AS), Meta (746 miliar dollar AS), dan Tencent (399 miliar dollar AS).
Pada putaran pendanaan terakhir, ByteDance pun mendapatkan 4,2 miliar dollar AS setara Rp 65,7 miliar, dan revenue terakhir pada kuartal II-2023 lalu 29 miliar dollar AS atau setara Rp 45 triliun.
Di awal pendiriannya Bytedance meluncurkan Toutiao, salah satu platform konten berita dan informasi yang telah diunduh hingga 209 juta unduhan di seluruh dunia per Februari 2023, dan menjadi aplikasi berita dan informasi paling populer di Tiongkok.
Baca Juga : Anies Baswedan: Generasi Emas Harus Kuasai AI Tanpa Kehilangan Integritas dan Daya Kritis
Setelah itu, Bytedance meluncurkan Douyin, aplikasi video berdurasi pendek pada September 2016. Saat ini, Douyin diperkirakan memiliki 730 juta pengguna aktif bulanan.
Selang tak lama, ByteDance membawa Douyin ke pasar di luar China dengan nama TikTok pada September 2017.
TikTok pun mulai berkembang pesat di Asia Tenggara hingga mendunia. Kini platform TikTok menjadi salah satu media sosial cukup laris dan masif digunakan berbagai kreator dan pelaku bisnis di seluruh negeri.
Baca Juga : Telat Laporkan Akuisisi Tokopedia, TikTok Didenda Rp15 Miliar
Selain itu pada November 2017, ByteDance juga mengakuisisi Musical.ly yang sekaligus menggabungkannya dengan TikTok.
Platform ini pun semakin berkembang hingga memberikan dampak positif untuk meningkatkan kreativitas kreator konten, serta menjadi andalan para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.
Pada tahun 2023, TikTok diperkirakan memiliki lebih dari 834 juta pengguna sedangkan Douyin akan melebihi 746 juta di Tiongkok.
Baca Juga : Kasus Akuisisi Tokopedia oleh Tiktok Nusantara, KPPU Keluarkan Penetapan Persetujuan Bersyarat
Negara-negara Amerika dan Asia Tenggara merupakan pasar utama TikTok. Perkembangan TikTok menjadi salah satu kesuksesan ByteDance.
Pasalnya pengguna aplikasi dengan video durasi pendek ini semakin masif.
Dilansir dari laman Demandsage, per November 2023, TikTok memiliki lebih dari 1,677 miliar pengguna secara global, dan 1,1 miliar di antaranya adalah pengguna aktif bulanan.
Sedangkan berdasarkan laporan firma riset Statista, jumlah pengguna TikTok di Indonesia tercatat sebanyak 113 juta per April 2023.
Dengan jumlah pengguna 113 juta, Indonesia menjadi negara kedua dengan pengguna TikTok terbesar di dunia pada periode tersebut.
Hal itu dilaporkan dalam laporan bertajuk "Countries with the largest TikTok audience as of April 2023" (Negara dengan penonton TikTok terbanyak per April 2023).
(Sumber: Kompas.com)
