Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

APKPSI Gelar Rakor dalam Rangka Orientasi Penyelenggaraan Program Kerja Tahun 2026

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tangkapan layar zoom meeting APKPSI. (Foto: dok istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, BANDUNG - Asosiasi Program Studi Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial Indonesia (APKPSI) menggelar Rapat Kordinasi dalam Rangka Orientasi Penyelenggaraan Program Kerja Tahun 2026.

Rapat ini dipimpin Ketua APKPS Dr. Rudi Saprudin Darwis, S.Sos., M.Si dan dihadiri oleh seluruh pengurus APKPSI secara daring, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga : APKPSI Gelar Pertemuan Terkait Peninjauan dan Pemetaan Kurikulum Inti Prodi Kesejahteraan Sosial/Pekerjaan Sosial

Dalam sambutannya, Rudi mengatakan, rapat kordinasi ini bagian dari penguatan kepada pengurus untuk fokus pada target-target program kerja yang telah disusun dan ditetapkan pada tahun 2025 lalu.

Baca Juga : Jelang Rakernas APEKSI XVIII, Pemko Medan Matangkan Persiapan Sambut Wali Kota se-Indonesia

“Rapat kordinasi ini dibuat sebagai pengingat bersama agar kita bisa fokus pada program kerja yang sudah ditetapkan. Saat ini kita sudah melewati satu tahun pelaksanaan program kerja dan kita sudah mencapai beberapa aspek dari program kerja prioritas APKPSI Priode Tahun 2024-2027,” jelasnya dalam keterangan, Selasa (14/4/2026). 

Beberapa kinerja yang sudah berhasil dicapai sepanjang tahun 2025 menurut Rudi adalah telah tersusunya CPL dan CPMK pada Kurikulum Inti Prodi Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Selain itu, APKPSI juga telah melaksanakan beberapa webinar yang bekerjasama dengan prodi-prodi yang terdafatar sebagai anggota APKPSI.

Baca Juga : Dasco Sebut Anggaran Pemulihan Bencana Sumatera Sudah Disetujui Pemerintah

“Kita juga kemarin ikut berpartisipasi sebagai host dalam Asian & Pacific Islander Social Work Educators Association (APISWEA) yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada tahun 2025 lalu. Pada tahun 2025 juga kita membangun website APKPSI sebagai langkah strategis untuk memperluas informasi tentang keberadaan APKPSI,” terangnya.

Satu hal lain yang patut disukuri adalah bertambahnya jumlah asesor dari bidang ilmu kesejahtaraan sosial dan pekerjaan sosial di dalam Lembaga Akreditasi Mandiri Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAM SPAK). Hal ini diharapkan dapat memperkuat proses akreditasi prodi kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial di Indonesia.

“Saat ini sudah banyak dosen-dosen dari prodi-prodi kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial yang berhasil menjadi asesor di LAM SPAK. Tentu ini point positif bagi kita karena diharapkan dapat memperkuat institusi prodi dalam proses akreditasi,” terangnya.

Kedepan Rudi berhadap pengurus APKPSI terus bekerjasama dalam mencapai target program kerja di tahun 2026 dengan fokus pada beberapa agenda utama seperti pemanfaatan website APKPSI sebagai sumber informasi, standarisasi praktikum kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial.

“Persiapan modul dan penguatan laboratorium menjadi penting ke depannya. Termasuk fokus untuk mendirikan prodi pendidikan profesi pekerjaan sosial di Indonesia. Selain itu kegiatan rutin seperti webinar yang melibatkan kerjasama antar prodi harus tetap dijalankan,” pungkasnya.

(zie/nusantaraterkini.co)