Arief Rosyid Ajak Ahli Sukseskan Program Kesehatan Prabowo-Gibran
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta (Pemilih Muda) Prabowo-Gibran Arief Rosyid Hasan mengajak para ahli untuk ikut menyukseskan program kesehatan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden 2024-2029.
Hal ini ia sampaikan dalam webinar Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-53, Kamis (22/2/2024).
Baca Juga : Bacagub Jakarta Ridwan Kamil Kunjungi Markas TKN Fanta
Webinar ini mengangkat tema pembahasan tentang Strategi Politik IAKMI terhadap Pemerintah Baru dalam mewujudkan Indonesia Sehat untuk Indonesia Maju.
Arief yang juga merupakan anggota Majelis Pertimbangan Organisasi PP IAKMI mengajak para ahli kesehatan memberi masukan terhadap program kesehatan Prabowo-Gibran.
Baca Juga : PSI Puji Langkah TKN Fanta Sosialisasikan Program Kesehatan Prabowo-Gibran
Dia menekankan bahwa isu kesehatan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab orang-orang di sektor kesehatan, melainkan semua masyarakat.
Baca Juga : Kritik DPR Dinilai Lemah, Firman Soebagyo: Pengawasan Harus Demi Kepentingan Rakyat
“Kita ingin semua orang merasa memiliki isu ini karena kenapa? Karena kita sudah menghadapi misalnya COVID-19 yang kita sempat tidak siap pada aspek pencegahan. Sehingga dampaknya itu begitu luar biasa. Tidak hanya dampak kesehatan tapi juga dampak ekonomi, kan dahsyat betul dampaknya,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/2/2024).
Arief menambahkan, pasangan Prabowo-Gibran fokus terhadap isu kesehatan mental yang menjadi kekhawatiran anak muda.
Baca Juga : Pujakesuma Bersatu Komitmen Dukung Program Prabowo-Gibran untuk Rakyat
“Hanya pak Prabowo dan mas Gibran yang fokus terhadap misalnya mental health ini. Jadi hal-hal itu menurut saya perlu kita lihat dari helicopter view. Melihat apa saja sih kompleksitas persoalan kita di Indonesia ini,” tambahnya.
Arief menyebut, semua aspek dari mulai isu keamanan, politik, sosial atau kontemporer bisa dikaitkan dengan problem kesehatan masyarakat. Sehingga, Ketum PB HMI 2013-2015 ini berharap semua orang merasa dan menganggap isu kesehatan masyarakat sangat penting.
Ia mengatakan Indonesia baru saja menyelenggarakan pesta demokrasi lima tahu. Terkait pemilu, dari hasil hitung cepat (Quick Count) sejumlah survei dan real count KPU, pasangan Prabowo-Gibran berpeluang besar memenangkan Pilpres.
Dia menyebut tim Prabowo-Gibran tengah merumuskan program prioritas atau program paling mendesak yakni makan siang gratis yang akan dilaksankan usai dilantik Oktober 2024 mendatang.
“Menurut saya, ketika kita masuk di soal ini, yakni terlibat dalam urusan ini, memberi masukan, dan seterusnya, saya kira presiden dan wakil presiden akan punya ketergantungan. Pihak manapun yang terpilih ini punya ketergantungan terhadap satu kelompok, misalnya semacam IAKMI ini,” terangnya.
“Nah kalau misalnya kita bicara strategi politik, tentu bagaimana secara kelembagaan IAKMI “diperhitungkan” oleh presiden dan wakil presiden terpilih ini. Caranya apa? Tentu kita ikut memberi sumbangsih pemikiran terhadap program-program yang sedang dipikirkan,” sambung Arief.
Arief mengatakan bahwa IAKMI sebagai sebuah institusi yang besar, dengan anggota tersebar di mana-mana, harus memainkan peran yang signifikan di tengah transisi pemerintahan ini.
“Walaupun misalnya pak Jokowi belum selesai, sekarang timnya Prabowo-Gibran ini sedang membangun bagaimana bangsa ini 5 tahun yang akan datang, termasuk terutama, program makan siang gratis,” tambahnya.
Wakil Direktur Milenial TKN Jokowi-Ma’ruf saat Pilpres 2019 berharap program-program di IAKMI di usia 53 tahun, memiliki strategi terhadap agenda pembangunan kesehatan.
"Ke depan selain afirmasi kebijakannya memang representasi IAKMI ini harus ada di ruang-ruang yang lebih strategis lagi ya terhadap agenda pembangunan kesehatan kita,” tandasnya.
Di kesempatan yang sama Ketua Umum PP IAKMI Dedi Supratman mengatakan, tanggung jawab IAKMI di pemerintahan baru periode 2024-2029 yakni memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan bermanfaat untuk kesehatan masyarakat (kesmas).
“Bagaimana kesmas, ahli yang memberikan masukan, memastikan sesuai, tidak salah sasaran dari sisi intervensi untuk stunting misal, kata kuncinya kan protein hewani,” kata Dedi.
Kata Dedi, posisi IAKMI tidak dalam posisi menyerang, menyalahkan, namun meluruskan dan mengingatkan.
"Nanti kalau KPU sudah menetapkan, mau tidak mau masih kita dukung pasangan yang terpilih. Dan tanggung jawab kita adalah memastikan programnya itu adalah sesuai dengan apa yang kita cita-citakan sebagai ahli kesehatan masyarakat,” tukasnya.
(HAM/nusantaraterkini.co)
