Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Arti Minal Aidin Wal Faidzin yang Sering Diucapkan saat Idul Fitri, Bukan Mohon Maaf Lahir dan Batin

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ist
Ukuran Huruf
A A Sedang

NUSANTARATERKINI.CO - Kalimat minal aidin wal faizin merupakan sebuah ungkapan yang sering dipakai ketika hari raya Idul Fitri.

Saat hari raya Idul Fitri, kalimat minal aidin wal faizin sering diucapkan secara langsung maupun melalui pesan ke kerabat.

Kalimat minal aidin wal faizin sering kali disandingkan dengan kalimat “mohon maaf lahir dan batin” ketika Idul Fitri.

Baca Juga : Bacaan Niat Mandi Hari Raya Idul Fitri bagi Laki-Laki dan Wanita, Lengkap dengan Tata Caranya

Bahkan tak sedikit yang mengira bahwa “mohon maaf lahir dan batin” arti dari ungkapan “minal aidin wal faizin”.

Meskipun banyak masyarakat mengira bahwa kalimat "minal aidin wal faizin" berarti "mohon maaf lahir dan batin," sebenarnya itu adalah bagian dari sebuah doa.

Sebenarnya, "minal Aidin Wal Faizin" adalah potongan dari doa "ja’alanallahu minal Aidin Wal Faizin," yang berarti harapan agar Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang kembali dan orang-orang yang memperoleh kemenangan.

Baca Juga : Bagaimana Hukum Mencicipi Masakan saat Sedang Puasa Ramadhan? Begini Penjelasannya

Meskipun demikian, makna doa tersebut tetap berkaitan dengan fitrah di hari Idulfitri.

Meskipun tidak bermakna 'maaf lahir dan batin', tetapi tidak ada salahnya mengikuti kalimat "minal Aidin Wal Faizin" dengan permintaan maaf.

Selain itu, umat Muslim sering menggunakan kalimat "Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Karim" untuk mendoakan agar puasa mereka diterima.

Baca Juga : Dr Handi Risza: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Sepenuhnya Terasa di Masyarakat

Ungkapan ini sudah ada sejak zaman sahabat Nabi Muhammad SAW.

Pada masa itu, lebih banyak diucapkan doa daripada permintaan maaf.

Salah satu ucapan yang lazim adalah "Taqabbalallahu Minna wa Minkum Taqabbal ya Karim," yang kemudian disambung dengan "wa ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin Wal faizin."

Baca Juga : Herman Deru Open House di Griya Agung, Ribuan Warga Padati Rumah Dinas

Dalam doa tersebut, kita mendoakan agar amal baik orang yang kita sebutkan atau kita doakan diterima oleh Allah Yang Maha Karim.

Kemudian, "ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin Wal faizin" adalah doa agar kita semua menjadi orang-orang yang kembali kepada kebaikan, kesucian, dan fitrah.

Selain itu, "wal faizin" memiliki makna menjadi bagian dari orang-orang yang beruntung.

Baca Juga : Gubernur Sumut Terbitkan Surat Edaran Cegah Korupsi dan Gratifikasi Hari Raya

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kalimat "minal aidin wal faizin" berarti harapan agar kita menjadi bagian dari orang-orang yang kembali kepada hal-hal yang baik.

Jadi, sebenarnya "minal aidin Wal faizin" adalah doa agar kita kembali menjadi orang yang lebih baik, kembali kepada kesucian, kembali kepada fitrah kita, dan semoga kita menjadi orang-orang yang beruntung di masa depan.

Berikut ucapan beberapa ucapan Idul Fitri selain Minal Aidin Wal Faizin

Baca Juga : Muslim di Ningxia Tiongkok Rayakan Hari Raya Idul Adha

1. Taqobbalallahu minna wa minkum wa ahalllallahu 'alaika

(Semoga Allah menerima amalan dari kami dan dari kamu sekalian dan semoga Allah menyempurnakan ibadah kami)

2. Taqabbalallahu minna wa minkum, ja alana minal aidin wal fa izin

(Semoga Allah SWT menerima puasa kita selama satu bulan, menjadikan kita kembali dalam keadaan suci dan termasuk orang-orang yang mendapat kemenangan)

3. Ja alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin wal maqbulin, kulla amin wa antum bikhoir

(Semoga Allah SWT menjadikan kita kembali dalam keadaan suci dan termasuk orang-orang yang mendapatkan kemenangan, serta dikabulkan segala doa. Semoga setiap tahun kita senantiasa selalu dalam kebaikan)

4. Aeyadaan sa'idat, 'atamanaa 'an nakum wa'ayilatuna su'ada daymana

(Selamat Hari Raya, semoga kita sekeluarga bahagia selalu)

5. Qad qulubuna tulad mn jadid wanazifa. tajanub altajdif min ajl 'iihbat alkhatiya

(Semoga hati kita terlahir kembali dengan suci dan bersih. Hindari perbuatan cela agar bisa menggugurkan dosa)

6. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kulla 'amin wa antum bikhoir

(Semoga Allah SWT menerima puasa kita dan semoga kita senantiasa diberkahi kebaikan)

7. Ma' kull al-hubb, al-barakat, wa-l-salam fi hatha al-yawm al-majid. Eid Fitr sa'id.

(Dengan semua cinta, barokah, kedamaian pada hari yang mulia ini, Selamat Idul Fitri)

8. Atamanna lakum Eid sa'id jiddan! Litakun kul a'malakum al-khayyira maqbula 'ind Allah

(Saya ucapkan Selamat Idul Fitri dan semoga semua amal baik Anda diterima oleh Allah)

9. Mabruk Allah Eid al fitr

(Selamat lebaran yang diberkahi oleh Allah)

10. 'Afwan 'anil fasl, tahdithuha 'urfiyyan

(Maaf atas segala kesalahan yang terjadi dan mari kita mulai kembali dengan kebiasaan yang baik).

(*/nusantaraterkini.co)