Nusantaraterkini.co, SUMATERA - PT Hutama Karya (Persero) melalui Regional Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) berkomitmen memberikan pelayanan optimal kepada seluruh pengguna jalan tol.
Sebagai pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di wilayah Riau dan Sumatera Barat (Sumbar) pihaknya terus melakukan pelayanan optimal kepada pengguna jalan tol selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Kepala Regional Sumbagteng PT Hutama Karya (Persero), Bromo Waluko Utomo, menjelaskan bahwa pihaknya telah memaksimalkan seluruh ruas tol yang beroperasi penuh, guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama lebaran.
Baca Juga : Rest Area HKA Titik Singgah Strategis Kelancaran Arus Balik Menuju Pelabuhan Bakauheni
Komitmen tersebut, katanya diwujudkan melalui optimalisasi operasional di seluruh ruas tol yang dikekola.
“Hingga memasuki H+5 lebaran, kondisi lalulintas di ruas Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) sepanjang 131 Km, Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar (Pekbangpar) sepanjang 56 Km, dan Tol Sicincin – Padang (Sicipa) sepanjang 36 Km terpantau lancar tanpa hambatan sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan,” kata Bromo Waluko Utomo, Jumat (27/3/2026).
Dalam rangka memastikan kelancaran arus lalulintas, katanya, Hutama Karya (HK) telah melakukan pemantauan trafik secara terintegrasi.
Baca Juga : Urai Macet Arus Balik Lebaran 2026, Polda Sumsel Terapkan Delay System bagi Kendaraan Barang
“Pemantauan ini dilakukan melalui pencatatan data prediksi dan realisasi volume kendaraan yang diperbarui setiap hari selama pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, bekerjasama dengan stakeholder terkait,” ujar Bromo Waluko Utomo.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, sambungnya, realisasi volume kendaraan selama arus mudik tercatat mengalami peningkatan dibandingkan dengan prediksi awal.
Pada ruas Tol Permai, akunya, puncak arus mudik yang semula diperkirakan terjadi pada H-6 (15 Maret 2026) sebesar 20.875 kendaraan bergeser menjadi H-3 (18 Maret 2026) dengan jumlah kendaraan mencapai 24.663 kendaraan.
Baca Juga : 148 Ribu Kendaraan Melintas di JTTS, Hutama Karya Perkuat Layanan Selama Libur Panjang
Kondisi serupa juga terjadi di Tol Pekbangpar, di mana prediksi puncak arus mudik diperkirakan pada hari H (21 Maret 2026) sebesar 8.080 kendaraan, bergeser menjadi H-3 (18 Maret 2026) lebaran dengan total 14.986 kendaraan.
Sementara itu, pada Tol Sicipa, puncak arus mudik terjadi sesuai dengan prediksi, yakni pada hari H lebaran, namun dengan realisasi volume kendaraan yang lebih tinggi, yaitu 3.606 kendaraan berbanding 6.574 kendaraan.
Memasuki periode arus balik yang dimulai sejak H+1 (22 Maret 2026), Hutama Karya juga telah melakukan proyeksi terhadap potensi lonjakan kendaraan.
Baca Juga : Libur Panjang, Traffic Kendaraan di JTTS Meningkat
Pada ruas Tol Permai puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+7 (28 Maret 2026) dengan estimasi volume mencapai 27.422 kendaraan.
Selanjutnya pada Tol Pekbangpar, puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal yang sama dengan estimasi volume mencapai 17.548 kendaraan.
Adapun pada ruas Tol Sicipa, puncak arus balik juga diperkirakan terjadi pada H+7 dengan estimasi volume sebesar 4.944 kendaraan.
“Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan, khususnya di gerbang keluar tol, Hutama Karya telah menyediakan beberapa skema pengaturan lalulintas yaitu menambah personil di gerbang, penggunaan mobile reader, jemput bola top up saldo dan pembukaan jalur transaksi tambahan di semua gerbang regional sumbagteng,” pungkasnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
