Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Babak I Piala Kemerdekaan 2025, Pertahanan Mali U-17 Kokoh, Indonesia Tertinggal 1-2

Reporter :  Junaidin Zai
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana babak kedua Timnas Mali U-17 kontra Indonesia U-17 sedang berlangsung, Senin (18/8/2025) malam. (Foto: Zai/Nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, DELISERDANG - Timnas Indonesia U-17 kesulitan menembus rapatnya barisan pertahanan Mali U-17 pada babak pertama laga Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin (18/8/2025). Hingga turun minum, Garuda Muda tertinggal 1-2.

Sejak awal laga, Mali tampil dominan. Serangan-serangan mereka banyak dibangun dari sektor tengah dan sayap kiri pertahanan Indonesia. Hasilnya, pada menit ke-21, sundulan Zouman Ballo membuka keunggulan setelah memanfaatkan umpan silang dari N’djicoura Raymond Bomba.

Baca Juga : Laga Timnas Indonesia U-17 Kontra Mali U-17, Stadion Utama Sumut Dipenuhi Penonton

Sepuluh menit berselang, gawang Indonesia kembali kebobolan. Kali ini giliran Seydou Dembele yang melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-33.

Indonesia sempat memperkecil ketertinggalan melalui skema lemparan jauh. Umpan Fabio Azkairawan berhasil disambut sundulan penyerang Fadly Alberto Hengga pada menit ke-37.

Meski demikian, upaya Indonesia untuk menyamakan kedudukan selalu kandas. Pemain bertahan Mali, khususnya nomor Tiemoko Berthe, tampil solid menutup setiap celah. Hampir semua serangan dari sayap maupun tusukan tengah berhasil dipatahkan.

Lini belakang Mali yang rapat membuat peluang Indonesia minim sepanjang babak pertama. Satu-satunya serangan balik berbahaya Garuda Muda pada menit ke-38 juga gagal berbuah gol.

Baca Juga : Dimas Adi Prayoga jadi Pemain Terbaik usai Garuda Muda Ungguli Uzbekistan U-17 di Piala Kemerdekaan 2025

Sementara itu, pada Babak kedua yang sedang berlangsung suasana kian riuh, ribuan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) yang memadati stadion terus bersorak memberi dukungan untuk Garuda Muda.

Namun di lapangan, Mali tampil makin beringas. Sejak peluit babak kedua dibunyikan, tim berjuluk Les Aigles itu langsung menekan pertahanan Indonesia. Kecepatan pemain sayap mereka kembali jadi ancaman, terutama dari sisi kiri.

Pada menit-menit awal babak kedua, Zoumba Ballo dan rekannya beberapa kali menusuk masuk kotak penalti, memaksa kiper Indonesia berjibaku menepis bola. Barisan pertahanan Garuda Muda terus mendapat tekanan.

Sorakan “Indonesia! Indonesia!” bergema dari tribun. Meski begitu, aliran bola Mali tampak lebih terorganisir. Pemain bertahan Tiemoko Berthe dan rekannya tetap kokoh, mematahkan percobaan serangan balik.

Indonesia yang mencoba membangun serangan tetap gagal. Setiap kali Mali menguasai bola, atmosfer stadion mendadak tegang. Ribuan pasang mata menanti apakah Garuda Muda mampu membalikkan keadaan atau justru makin tertekan oleh gempuran lawan.

(cw7/nusantaraterkini.co)