Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bahas Krisis Timur Tengah dan Ukraina, Trump Sebut Putin Siap Ambil Peran Konstruktif

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam konferensi pers akhir tahun tahunannya di Moskow, Rusia, pada 19 Desember 2025. (Foto: Xinhua/Hao Jianwei)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dia telah melakukan percakapan via telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai krisis Ukraina dan perang AS-Israel dengan Iran pada Senin (9/3/2026).

Trump menyatakan bahwa pemimpin Rusia tersebut ingin membantu mengenai situasi yang terjadi di Timur Tengah.

Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon

"Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik dan dia ingin bersikap sangat konstruktif," kata Trump dalam konferensi pers di Florida.

Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp17.885 per Dolar AS, Geopolitik dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama

Trump mengatakan, mereka membahas konflik antara Rusia dan Ukraina, yang kini memasuki tahun kelima, dalam percakapan telepon pertama mereka sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.

"Itu adalah percakapan yang positif mengenai isu tersebut," ujar Trump.

Baca Juga : Putin: Aliansi Rusia-China Kunci Stabilitas Global dan Sinyal Damai Ukraina

Sebelumnya pada Senin, ajudan presiden Rusia Yuri Ushakov menyebut percakapan kedua pemimpin itu bersifat terbuka dan lugas serta berlangsung sekitar satu jam.

Baca Juga : Diplomasi Memanas, Menlu Iran Temui Putin Bahas Gencatan Senjata dengan AS dan Israel

Ushakov mengatakan Putin menyampaikan beberapa gagasan yang bertujuan mencapai penyelesaian politik dan diplomatik secara cepat mengenai konflik tersebut, menyusul pembicaraannya dengan para pemimpin negara Teluk dan presiden Iran, sementara Trump menyampaikan penilaiannya mengenai situasi yang sedang berkembang.

"Kedua pemimpin juga menyinggung Venezuela dalam konteks situasi di pasar minyak global," kata Ushakov.

Baca Juga : Evakuasi Gelombang III, 45 WNI Keluar dari Teheran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Pada hari yang sama, Putin mengatakan Rusia telah berulang kali memperingatkan bahwa upaya untuk mendestabilisasi situasi di Timur Tengah pasti akan membahayakan pasar energi global, meningkatkan harga, dan membatasi pasokan.

Baca Juga : Pasar Keuangan Korsel Tertekan, Pelarian Investor ke Aset Aman Mulai Menguat

(*/nusantaraterkini.co)