Nusantaraterkini.co, SUMATERA BARAT – Banjir bandang kembali melanda Jorong Pasar Meninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Kamis (25/12/2025).
Bencana susulan ini membawa material berat berupa lumpur, bebatuan, dan kayu yang mengalir deras ke kawasan permukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmad Lasmono, menyampaikan bahwa warga yang sebelumnya sempat kembali ke rumah setelah banjir pertama, terpaksa kembali mengungsi demi keselamatan.
Baca Juga : 11 Pengungsi Korban Banjir Keracunan, Dinkes Agam Lakukan Penyelidikan
“Lokasinya sama dengan kejadian banjir susulan sebelumnya, bahkan terjadi saat cuaca sedang cerah. Peristiwa ini sudah berulang kali terjadi,” kata Rahmad dikutip Jumat (26/12/2025).
BPBD Agam hingga kini masih melakukan pengumpulan data untuk mengetahui dampak kerusakan akibat banjir terbaru tersebut. Menurut Rahmad, area terdampak kali ini diduga lebih luas dibandingkan kejadian sebelumnya.
“Dampaknya sementara ini terlihat lebih besar, tapi kami masih melakukan pendataan di lapangan,” ujarnya.
Baca Juga : Puluhan Desa di Sumatera Terhapus dari Peta Akibat Banjir Bandang
Jumlah warga yang kembali mengungsi belum dapat dipastikan. Sebagian besar warga sebelumnya telah meninggalkan lokasi pengungsian dan kembali ke rumah masing-masing sebelum banjir susulan terjadi.
“Kebanyakan warga yang tadinya sudah pulang, sekarang harus mengungsi lagi. Pendataan masih berlangsung,” tambah Rahmad.
Pemerintah Kabupaten Agam sendiri telah menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat selama 14 hari, terhitung sejak 22 Desember 2025. Perpanjangan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan data serta perencanaan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Baca Juga : Korban Jiwa Bencana Sumatera Kini Sudah 1.137 Jiwa
Sementara itu, proses pencarian korban bencana secara resmi telah dihentikan. Khusus di wilayah Kabupaten Agam, tercatat masih ada 38 korban yang hingga kini belum ditemukan.
(Dra/nusantaraterkini.co)
