Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Banjir Terjang Bandar Lampung & Lampung Selatan: 23 Desa Terendam, 1 Tewas dan 2 Hilang

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kondisi banjir di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Jumat (6/3/2026). (Foto: BPBD Kabupaten Lampung Selatan)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wilayah Provinsi Lampung seperti Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan, dilanda banjir pada Jumat (6/3/2026), usai diguyur hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Akibat, beberapa sungai meluap dan menggenangi permukiman warga di kedua wilayah tersebut.

Baca Juga : Bhayangkara FC Comeback Manis di Bandar Lampung, Taklukkan PSIM Yogyakarta 2-1 ​

Hasil kaji cepat yang dihimpun Direktorat Koordalops, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah terdampak banjir di Kabupaten Lampung Selatan, meliputi dua kecamatan, yakni Kecamatan Jati Agung dan Kecamatan Tanjung Bintang.

Baca Juga : Bhayangkara FC Cukur Semen Padang 4-0: Tragedi di Lampung dan Rapuhnya Pertahanan Kabau Sirah ​

Adapun rinciannya, untuk wilayah terdampak di Kecamatan Jati Agung meliputi Desa Way Huwi, Kelurahan Way Galih, Desa Karang Sari, Desa Gedung Harapan, Desa Karang Anyar, serta Desa Marga Agung.

"Hingga saat ini, data sementara mencatat sekitar 444 kepala keluarga terdampak banjir dan satu orang dilaporkan hilang. Selain itu, sekitar 444 unit rumah warga turut terdampak akibat genangan banjir," ungkap, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (7/3/2026). 

Baca Juga : Bocah Perempuan Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Lampung Selatan, Surat Orangtua Bikin Haru Warga

Sementara itu di Kota Bandar Lampung, banjir dilaporkan terjadi di 13 kecamatan dengan sedikitnya 17 kelurahan terdampak. Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Sukarame, Tanjung Senang, Enggal, Tanjung Karang Barat, Way Halim, Rajabasa, Tanjung Karang Timur, Tanjung Karang, Sukabumi, Tanjung Senang, Tanjung Karang Pusat, Kedamaian, dan Langkapura.

Baca Juga : Manortor Meriahkan Halal Bihalal Persatuan Batak Muslim Satataring Lampung

Sejumlah kelurahan yang terdampak di antaranya Sukarame Baru, Sukarame, Korpri Jaya, Sukabumi, Way Dadi, Tanjung Senang, Labuhan Dalam, Suka Jawa, Jagabaya, Perumnas, Rajabasa, Sawah Lama, Tanjung Karang, Gotong Royong, Kalibalau Kencana, dan Gunung Terang. Data sementara mencatat satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Lampung Selatan dan BPBD Kota Bandar Lampung segera berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Lampung untuk melakukan pendataan dan penanganan di lapangan. Tim BPBD Kota Bandar Lampung juga melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir. Selain itu, tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang di kedua wilayah tersebut.

Penanganan darurat juga melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Provinsi Lampung, BPBD Kota Bandar Lampung, BPBD Kabupaten Lampung Selatan, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.

Berdasarkan perkembangan laporan terkini, kondisi banjir di sebagian wilayah Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung dilaporkan mulai berangsur surut.

Meski demikian, proses evakuasi warga terdampak serta pendataan kerusakan dan kerugian masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang akan dilanjutkan pada hari berikutnya.

Saat ini, jelas Muhari, Provinsi Lampung masih berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/683/VI.08/HK/2025 tentang Perpanjangan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025/2026 yang berlaku sejak 1 Agustus 2025 hingga 27 Juli 2026.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir yang dapat dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi.

"Masyarakat di daerah rawan diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan aparat setempat serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar," pungkasnya. 

(zie/nusantaraterkini.co)