Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar, mendorong Bank Indonesia (BI) untuk lebih aktif mengarahkan industri perbankan nasional agar memprioritaskan pembiayaan ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor ekspor.
Menurut Marwan, peran strategis BI sebagai otoritas makroprudensial sangat dibutuhkan untuk mengoreksi kecenderungan perbankan yang selama ini lebih banyak menyalurkan kredit kepada korporasi besar.
Baca Juga : Penguatan Pascabencana, Pemprov Sumut Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
“BI seharusnya bisa mendorong bank, baik milik negara maupun swasta, agar tidak hanya fokus pada korporasi besar. Penurunan kredit UMKM ini perlu dijelaskan secara terbuka dan transparan kepada publik,” ujar Marwan Jafar, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga : Peringati HUT ke-18, GOW Pasbar Gelar Senam dan Cek Kesehatan Gratis
Ia menyoroti data kinerja perbankan periode 2025 hingga triwulan I 2026 yang menunjukkan tren penurunan pada sektor kerakyatan. Penyaluran kredit ke UMKM dan koperasi tercatat turun dari Rp79 triliun menjadi Rp76 triliun.
Marwan menegaskan bahwa penguatan sektor riil merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, peran BI tidak hanya terbatas pada menjaga inflasi, nilai tukar, dan cadangan devisa, tetapi juga perlu hadir dalam mendorong pembiayaan produktif.
Baca Juga : Sebanyak 1.975 Perempuan dan Anak di Sumut Menjadi Korban Kekerasan
Selain itu, ia juga menyoroti realisasi anggaran BI untuk program pengembangan UMKM yang dinilai belum optimal karena belum mencapai 100 persen. Marwan turut mencermati kinerja devisa negara. Meski capaian ekspor-impor masih relatif stabil, ia meminta BI memberikan penjelasan lebih rinci terkait proyeksi ekonomi tahun 2026 yang dinilai cenderung moderat.
“Pelaku usaha membutuhkan kepastian arah kebijakan untuk menyusun strategi menghadapi perlambatan proyeksi tersebut,” katanya.
Marwan menekankan pentingnya dukungan pembiayaan terhadap sektor produktif, khususnya UMKM dan eksportir, guna memperkuat cadangan devisa serta menjaga daya tahan ekonomi nasional.
Ia berharap BI dapat mengambil langkah konkret untuk mengatasi hambatan pembiayaan yang dihadapi pelaku usaha kecil, sekaligus membalikkan tren penurunan kredit UMKM menjadi pertumbuhan positif hingga akhir tahun 2026.
(LS/Nusantaraterkini.co)
