Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Beda Pandangan dengan Jimly, Firman Soebagyo Ingatkan Bahaya Isu Pemakzulan Prabowo

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Firman Soebagyo disela-sela diskusi di DPR. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Firman Soebagyonmenyampaikan ketidaksetujuannya terhadap pandangan Jimly Asshiddiqie terkait pernyataan Saiful Mujani yang menyinggung isu pemakzulan Presiden Prabowo Subianto.

Firman menilai pernyataan Saiful Mujani tidak bisa dianggap remeh, mengingat kapasitasnya sebagai guru besar sekaligus pendiri lembaga survei yang memiliki pengaruh luas di masyarakat.

Baca Juga : Kepala BGN Baru Diminta Berani Bersihkan MBG dari Unsur Politik dan Bisnis

“Saya kurang sepakat dengan pendapat Prof Jimly yang menilai pernyataan tersebut biasa saja. Ada pepatah mengatakan, ‘mulutmu adalah harimaumu’. Artinya, setiap ucapan memiliki konsekuensi,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga : Firman Soebagyo: Pancasila Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafal

Menurutnya, narasi yang disampaikan Saiful Mujani tergolong provokatif dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di ruang publik, terutama di tengah masyarakat yang mudah terpengaruh oleh arus informasi di media sosial.

Firman mengingatkan, tokoh publik terlebih akademisi senior, seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan agar tidak memicu kesalahpahaman atau ketegangan di masyarakat.

Baca Juga : Prabowo Terima 10 Buku Reformasi Polri: Kompolnas Diperkuat, Kementerian Baru Dibatalkan

“Dampak media sosial sangat besar. Pernyataan yang provokatif bisa dengan cepat menyebar dan memengaruhi masyarakat, khususnya kalangan awam,” tegasnya.

Baca Juga : Tugas DPA Diusulkan Ditambah Jadi Koordinator Semua Lembaga Penasihat Presiden

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga suasana kondusif dan tidak melontarkan pernyataan yang dapat memperkeruh situasi politik nasional.

“Semua pihak harus menahan diri dan mengedepankan komunikasi yang bijak demi menjaga stabilitas dan persatuan bangsa,” tandasnya. 

Baca Juga : Mahfud MD Tegaskan Kritik Saiful Mujani Bukan Makar, Melainkan Kebebasan Berpendapat

Sebelumnya, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai pernyataan Saiful Mujani terkait wacana menjatuhkan Presiden Prabowo tidak perlu ditanggapi secara serius oleh pemerintah.

Baca Juga : Habiburokhman: Kritik ke Pemerintah Harus Konstruktif Bukan Propaganda

Menurutnya, pernyataan tersebut mencerminkan cara bertutur dan tata bahasa yang kurang terukur dari Mujani.

"Biar aja, cara bertutur dan tata bahasa Sjaiful Muzani memang kurang terukur. Mudah dianggap provokatif," kata Jimly.

Diketahui, Saiful Mujani menyatakan pernyataannya yang menyerukan konsolidasi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto bukanlah bentuk makar, namun bagian dari sikap politik. 

"Pertanyaannya apakah ucapan saya itu bisa disebut makar? Saya tegaskan itu bukan makar, tapi political engagement, yakni sikap politik atau sikap yang dinyatakan tentang isu politik di hadapan orang banyak. Politiknya dalam acara itu terutama berkaitan dengan kinerja Presiden Prabowo," kata Mujani.

(LS/Nusantaraterkini.co)