Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bendera One Piece Viral Dikibarkan Jelang 17an, Formappi: Pesan untuk Penguasa Mengurus Negara Jangan Gimmick

Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Peneliti Formappi Lucius Karus. (Foto: Istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Maraknyya bendera Bajak Laut One Piece yang viral di media sosial ketimbang bendera Merah Putih menjelang 17 Agustus sangat masif. Banyak kalangan menilai, kehadiran Bendera milik Manga Jepang adalah sebuah bentuk ekspresi kekecewaan masyarakatt akan Pemeritahan Prabowo-Gibran yang tidak pro rakyat.

Peneliti Formappi Lucius Karus menilai, pengibaran  bendera One Piece yang nampak massal serta masif memang sangat mungkin sedang mengekspresikan sesuatu akan kekecewaa. Bisa jadi sesuatu itu adalah semacam sikap protes terhadap Pemerintah yang dianggap gagal.

Baca Juga : Viral Bendera One Piece Dikibarkan Jelang 17an, Firman Soebagyo: Bentuk Provokasi Jatuhkan Pemerintah

Apalagi, kalau merujuk pada makna bendera One Piece itu di cerita aslinya, ya memang menunjuk pada aksi perlawanan terhadap ketidakadilan.

"Kemunculannya jelang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80 menegaskan tujuan bendera one piece dikibarkan secara masif. Ketika seharusnya bendera merah putih yang berkisar dimana-mana, penampakan bendera lain seperti bendera one piece ini mungkin memberikan pesan agar pemimpin negara ini tak bisa mengurus bangsa dengan sekedar gimmick-gimmick saja. Bendera merah putih itu terlalu mahal untuk digunakan sekedar seremoni tanpa aksi berarti pemimpin untuk berkorban demi rakyat," tegas Lucus, Sabtu (2/8/2025).

Lucius pun berharap usai bendera one piece ini viral ketimbang bendera merah putih bisa mendapatkan perhatian lebih Pemerintah karena masyarakat sudah sangat frustasi dengan Pemerintahaan saat ini.

"Jadi ya kita berharap pesan publik melalui bendera one piece ini diperhatikan oleh Penguasa," tandasnya. 

Jangan Benturkan Bendera Merah Putih

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta masyarakat tak perlu membenturkan bendera Merah Putih dengan One Piece.

"Sejak awal saya sudah sampaikan tidak perlu dibenturkan. Ada upaya pecah belah, karena banyak generasi tua yang tidak tahu-menahu tentang One Piece," kata Dasco.

Baca Juga : Bendera One Piece Viral Dikibarkan Jelang 17an, Pengamat: Pemerintah Jangan Tutup Mata dan Telinga

Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu juga meminta agar tidak ada upaya mendiskreditkan penggemar One Piece dengan narasi bahwa bendera tersebut merupakan simbol makar atau bentuk upaya menjatuhkan pemerintah. Sebab, hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Dianggap bendera tengkorak itu bendera separatis, padahal itu manga yang sudah puluhan tahun tumbuh sama generasi muda kita. Ini salah satu staf saya anaknya sudah tiga, dia juga bilang dirinya Nakama," ucap Dasco.

Dasco menegaskan bendera Merah Putih tetap menjadi satu-satunya simbol nasional yang dikibarkan dalam peringatan 17 Agustus nanti. Dia berharap peringatan kemerdekaan RI dirayakan dengan kegiatan-kegiatan yang menyatukan bangsa."Hal ini sudah jelas dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Mari kita rayakan kemerdekaan dengan penuh semangat persatuan dan kebangsaan," tegas Dasco. 

(cw1/nusantaraterkini.co)