Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Salah satu perusahan ikan di Tapanuli Tengah (Tapteng), yakni PT Horizon yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Pondok Batu, Kecamatan Sarudik diduga menyalurkan minyak bersubsidi pada para pengusaha kapal nelayan besar yang bersandar di Tangkahan Horizon.
Informasi ini berawal dari adanya salah satu warga Kota Sibolga bernama R Lase memposting di media sosial beberapa hari lalu.
Baca Juga : Skoci Bukan Kapal Nelayan, Namun Dapat BBM Subsidi dari PT Horizon
Kegiatan pengambilan dalam jumlah banyak, minyak subsidi di SPBU 14.225.311, PT Raidja Panggabean Utama, Jalan S Parman, Taman Bunga Kota Sibolga sebanyak 60 drigen memakai mobil Eltor dan mengarah ke PT Horizon.
Baca Juga : Kapal Sekoci PT Horizon Dapat Izin DKP Beli BBM Subsidi 2.500 Liter per Kapal
"Kuat dugaan SPBU Taman Bunga bermain dalam menyalurkan minyak pada perusahaan," ujarnya.
Dikonfirmasi terkait dugaan tersebut, Humas PT Horizon, Hotlin Hutagalung mengungkapkan benar adanya mereka mengambil minyak dari SPBU Taman Bunga.
"Minyak kita ambil di SPBU melalui surat izin yang dibuat oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Sibolga," ucapnya pada awak, Senin (16/6/2025).
"Ada empat kapal yang bersandar di tangkahan ini, dan atas nama pemilik kapal, dalam mengurus izin pengambilan minyak ke DKP," timpalnya.
Minyak jenis pertalite yang sering diambil tersebut, jelasnya sesuai surat dari DKP dipergunakan untuk kapal sekoci yang membantu kapal motor nelayan dalam penangkapan ikan.
"Minyak tersebut kita jemput untuk kepentingan kapal-kapal yang mau berangkat berlayar," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan PT Horizon hanya membantu pengurusan minyak dan tidak melakukan penimbunan di lokasi perusahan.
Hotlin juga tidak mengetahui soal bagaimana pihak DKP Sibolga dalam memberikan izin kepada pihak SPBU dalam pengambilan minyak untuk kepentingan kapal-kapal yang bersandar di dermaga Horizon.
"Bila minyak tersebut merupakan subsidi nelayan kecil, pihak Horizon tidak mengetahui sama sekali," ujarnya.
"PT Horizon membutuhkan minyak tersebut buat kepentingan kapal yang mau berlayar menangkap ikan," timpalnya.
Terpisah, SPBU Taman Bunga dikonfirmasi mengenai permasalahan minyak yang telah viral di media sosial tersebut menyatakan tidak ada pihak dari management yang bisa memberikan penjelasan karena manager tidak berada di tempat.
(Jjm/nusantara.terkini.co)
