Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Besok Kampanye Dimulai, Ketum PBNU Imbau Masyarakat Jangan Diajak Ribut

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ukuran Huruf
A A Sedang

NUSANTARATERKINI.CO, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf meminta partai-partai politik tidak membuat warga saling bertengkar dan berkelahi saat berkampanye.

Ia meminta agar kampanye dilakukan secara kondusif, meski terjadi perbedaan pilihan di masyarakat.

"Masyarakat ini sudah tenang, sudah santai jangan diajak yang enggak-enggak gitu. Jangan diajak ribut, bertengkar, berkelahi, dan sebagainya. Kasihan masyarakat," kata Yahya di sela acara International Summit of Religious Authority (ISORA) di Jakarta Pusat, Senin (27/11/2023).

Baca Juga : Harlah 100 Tahun, Gus Hilmy: NU Harus Terus Relevan dan Memberi Manfaat

Pria yang karib disapa Gus Yahya ini juga meminta agar tidak membawa isu SARA (suku, agama, ras, antargolongan) saat berkampanye.

Misalnya, ketika berkampanye mengenai Palestina, ia meminta pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) maupun calon legislatif (caleg) untuk mengedepankan gagasan dan strategi damai sebagai jalan keluar.

"Asalkan enggak ngajak ngamuk saja, tapi kalau dia misalnya punya gagasan tentang strategi yang masuk akal, ya bisa ditempuh untuk jalan keluar. Itu bisa didiskusikan, jangan sekedar ngajak orang ngamuk," kata Yahya.

Baca Juga : Nikah Siri Terancam 4,5 Tahun Penjara, Gus Hilmy: Overkriminalisasi

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konflik Palestina dan Israel tidak bisa dianggap sebagai konflik beragama.

Sebab, masalah di Palestina merupakan tragedi kemanusiaan dan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) oleh Israel.

"Kita minta sungguh-sungguh supaya masyarakat ini tidak membawa isu tentang konflik di Palestina ke dalam isu pertentangan agama. Jangan sampai, itu berbahaya sekali. Dan tidak sepatutnya itu dilakukan," ujarnya.

Sebagai informasi, masa kampanye akan dimulai pada Selasa (28/11/2023) hingga 10 Februari 2024.

Baca Juga : ICW Kritik Wacana Pilkada via DPRD: Bandingkan Anggaran Rp37 Triliun dengan Makan Gratis Rp71 Triliun

Para pasangan calon presiden dan calon wakil presiden sudah menyiapkan berbagai strategi kampanye, termasuk dari mana kampanye akan dimulai. Adapun hari pemungutan suara akan jatuh pada 14 Februari 2024, di mana para pemilih akan memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, anggota DPD, dan anggota DPRD secara serentak.

(Sumber: Kompas.com)