Nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan kekecewaannya terhadap alokasi dana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana (R3P) untuk Sumut yang dinilai tidak proporsional.
Dari total anggaran Rp56 triliun yang disiapkan pemerintah pusat untuk tiga provinsi terdampak bencana yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, Sumut hanya memperoleh Rp2,1 triliun. Padahal, kebutuhan riil daerah ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp30 triliun.
Menurut Bobby, angka kebutuhan tersebut bukanlah hasil perhitungan sepihak. Data berasal dari dokumen R3P masing-masing daerah yang telah melalui proses verifikasi bersama kementerian dan lembaga terkait.
Baca Juga : AMPI Undang Gubernur Sumut Bobby Nasution Hadiri Pelantikan Pengurus Periode 2026–2031
“Data R3P itu bukan hanya dibuat pemerintah daerah, tetapi juga dikonfirmasi bersama kementerian/lembaga, diverifikasi melalui BPS, dan dimasukkan ke Bappenas,” ujarnya saat berada di Kota Padangsidimpuan, Senin (2/3/2026).
Bobby menilai, jika mengacu pada dampak bencana, jumlah korban serta tingkat kerusakan infrastruktur dan rumah warga, Sumatera Utara seharusnya mendapatkan porsi anggaran yang lebih besar. Ia menyebut, setelah Aceh, Sumut termasuk daerah dengan jumlah korban dan kerusakan signifikan.
“Kita sedikit kecewa karena dari sisi jumlah korban dan kerusakan, harusnya angkanya tidak segitu. Kalau tolak ukurnya dampak bencana, kita termasuk yang terbesar setelah Aceh,” tegasnya.
Baca Juga : Pemprov Sumut Gandeng RS Mata Cicendo Tingkatkan SDM dan Layanan Kesehatan Mata
Ia juga mempertanyakan dasar perhitungan pembagian dana Rp56 triliun tersebut, mengingat selisih antara kebutuhan daerah dan anggaran yang diterima terbilang sangat jauh.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap alokasi dana tersebut dapat ditinjau ulang dan direvisi agar proses pemulihan pascabencana bisa berjalan optimal.
“Kemarin sudah kita sampaikan. Mudah-mudahan ada revisi,” pungkasnya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
