Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

BPS Sumsel: Mobilisasi Lebaran dan THR Jadi Motor Utama Penggerak Ekonomi Daerah

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Adetia Purwaningsih
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto saat diwawancarai, Kamis (26/3/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel) Moh Wahyu Yulianto menyebut besarnya mobilisasi masyarakat serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) telah menciptakan akumulasi dampak ekonomi yang positif bagi wilayah Sumatera Selatan selama momentum Ramadan dan Idul Fitri.

“Momen Ramadan ini jika dikaitkan dengan statistik, keramaian masyarakat menciptakan mobilisasi yang sangat besar. Hal ini mempengaruhi banyak hal, terutama secara ekonomi melalui pergerakan manusia yang mengeluarkan banyak uang untuk berbagai kebutuhan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga : Herman Deru Pastikan Kesiapan Sensus Ekonomi 2026 Terintegrasi di Sumsel: Targetkan Akurasi Data Tanpa Margin Error

Wahyu menjelaskan, pemberian THR dan tunjangan lainnya secara nyata meningkatkan daya beli masyarakat yang kemudian terserap pada sektor transportasi, makanan, hingga kebutuhan pokok lainnya.

Baca Juga : BPS Catat Sumsel Alami Deflasi 0,04 Persen pada April 2026

“Kondisi ini tidak hanya menguntungkan sisi konsumen, tetapi juga mendorong pertumbuhan perusahaan dan menghidupkan aktivitas di pasar-pasar tradisional maupun modern,” jelasnya.

Mengenai stabilitas harga, pihaknya mencatat inflasi di Sumsel hingga pertengahan momen Lebaran ini masih berada pada level yang terjaga.

Baca Juga : Realisasi Investasi Sumsel Triwulan I 2026 Tembus Rp12,96 Triliun, PMDN Jadi Penopang Utama

Meski terdapat kenaikan tipis pada sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, telur, dan minyak goreng, kebijakan intervensi melalui Pasar Murah oleh TPID dinilai efektif menekan gejolak harga.

Baca Juga : Herman Khaeron Optimistis Target Ekonomi 2027 Tercapai di Tengah Ketidakpastian Global

“Terkait inflasi, sejauh ini kami bersyukur karena melalui beberapa acara Pasar Murah yang digagas pemerintah daerah melalui TPID, harga-harga relatif terkendali. Memang ada kenaikan, namun masih tipis,” imbuhnya.

Ia mengatakan inflasi merupakan hal yang wajar dalam pertumbuhan ekonomi selama tetap berada dalam batas kendali. Koordinasi yang tepat antarinstansi diharapkan terus berlanjut guna menjaga tren positif ekonomi daerah pasca-perayaan hari besar.

Baca Juga : Posko THR Sumsel Terima 20 Aduan Pekerja, Mayoritas Keluhkan Pembayaran Tak Sesuai Ketentuan

“Itulah berkah Ramadan dan Idul Fitri yang memberikan akumulasi kebaikan serta dampak ekonomi yang baik untuk seluruh masyarakat. Kami selalu menekankan bahwa inflasi itu wajar ada, namun jangan sampai tinggi atau tidak terkendali,” katanya.

Baca Juga : Scam THR Mengintai, VIDA Serukan 'Jangan Asal Klik'

(Tia/Nusantaraterkini.co)