Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bursa Asia Bervariasi Mengekor Kenaikan Wall Street yang Dipicu Investor Menunggu Keputusan Federal Reserve

Editor :  Team
Reporter :  wiwin
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bursa Asia bervariasi di pasar spot di mana indeks Nikkei 225 menguat 0,34% ke 39.590,91. Berbeda, indeks Hang Seng melemah 0,59% ke 19.678,03.(sumber foto: reuters)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan hari ini. Selasa (17/12/2024), pukul 08.21 WIB Bursa Asia bervariasi di pasar spot di mana indeks Nikkei 225 menguat 0,34% ke 39.590,91. Berbeda, indeks Hang Seng melemah 0,59% ke 19.678,03.

BACA: Bursa Asia Bervariasi Dengan Kecenderungan Menguat di Awal Perdagangan Pekan Ini

Di sisi lain, indeks Taiex naik 0,39% ke 23.129,6. Indeks Kospi melemah 0,73% ke 2.470,8 dan indeks ASX 200 naik 0,78% ke 8.313,5.

Baca Juga : Bursa Asia Mayoritas Nongkrong di Zona Hijau Sambil Menunggu Pelantikan Presiden AS Donald Trump

Kemudian, untuk FTSE Straits Times melemah 0,36% ke 3.807,34 dan FTSE Malay turun 0,24% ke 1.602,98.

BACA: Mayoritas Bursa Asia Turun Mengikuti Penurunan Saham AS Menjelang Rilis Data Pekerja AS

Bursa Asia dibuka bervariasi, mengikuti kenaikan beragam di Wall Street karena investor menunggu keputusan Federal Reserve.

Baca Juga : Wall Street Merosot Karena Lonjakan Pada Sesi Sebelumnya Mereda: Dow Jones Industrial Average Ditutup Melemah 68,42 Poin

Di mana indeks S&P/ASX 200 Australia diperdagangkan 0,44% lebih tinggi.

Semalam di AS, indeks Nasdaq Composite menguat dan kembali catat rekor penutupan tertinggi, terangkat oleh reli di sektor teknologi. Indeks yang sarat teknologi naik 1,24% ke 20.173,89, 

Sementara, indeks S&P 500 naik 0,38%, ditutup ke 6.074,08 dan ndeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 110,58 poin atau 0,25%, hingga ditutup pada 43.717,48. 

Baca Juga : IHSG Berpotensi Bangkit, Sentimen Global Membaik Usai Sinyal AS Mundur dari Konflik Iran

Indeks Dow yang terdiri dari 30 saham turun untuk hari kedelapan, menandai penurunan terpanjang sejak 2018.

Keputusan The Fed pada 18 Desember di AS juga akan menjadi perhatian utama investor, dengan alat CME Fedwatch saat ini memperkirakan peluang 98,2% untuk pemotongan 25 basis poin.

Berlawanan dengan tren kenaikan umum, Nvidia, produsen chip kecerdasan buatan yang telah mendorong kenaikan saham selama dua tahun terakhir, mengalami koreksi 1,7%. Penurunan ini mendorong saham ke wilayah koreksi, jatuh lebih dari 10% dari titik tertinggi sepanjang masa baru-baru ini pada bulan November.

Baca Juga : IHSG Dibuka Melemah ke 7.136, Bursa Asia Serempak Terkoreksi