Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bursa Asia Pasifik Dibuka Melemah Seiring Para Investor Menganalisis Data Inflasi November dari Tokyo

Editor :  Team
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
ursa Asia Pasifik diperkirakan dibuka melemah seiring para investor menganalisis data inflasi November dari Tokyo, Jepang, serta angka produksi industri Korea Selatan. 
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (29/11/2024) Bursa Asia Pasifik diperkirakan dibuka melemah seiring para investor menganalisis data inflasi November dari Tokyo, Jepang, serta angka produksi industri Korea Selatan

Baca: Harga Minyak Mentah Turun Setelah Lonjakan Mengejutkan dalam Persediaan Bensin AS

Sementara, angka inflasi utama di Tokyo tercatat sebesar 2,6%, meningkat dari 1,8% pada Oktober.

Baca Juga : Bursa Asia Pasifik Menghijau Setelah S&P 500 Mencetak Rekor Tertinggi

Di sisi lain, inflasi inti, yang tidak memasukkan biaya makanan segar, naik menjadi 2,2%, sedikit lebih tinggi dibandingkan proyeksi Reuters sebesar 2,1%.

BACA: Usai Pilkada 2024, IHSG Terperosok ke Zona Merah Turun 45,73 Poin ke Level 7.200,16 Hingga Akhir Perdagangan

Angka inflasi Tokyo ini sering dianggap sebagai indikator tren nasional Jepang. 

Baca Juga : Bursa Asia Pasifik Dibuka Bervariasi Setelah reli Wall Street Terhenti Meski Data Inflasi Amerika Serikat Sesuai dengan Ekspektasi 

Sementara itu, produksi industri Korea Selatan menunjukkan kenaikan 2,3% secara tahunan pada Oktober, membalikkan penurunan 1,3% yang terjadi pada September. 

BACA: Harga Emas Spot Tetap Stabil di Angka US$2.636,35 Per Ons Troi

Indeks Nikkei 225 Jepang diperkirakan melemah, dengan kontrak berjangka di Chicago berada pada 38.215 dan di Osaka pada 38.180, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 38.349,06. 

Baca Juga : Momen Hangat Diaspora Indonesia Sambut Presiden Prabowo di Tokyo

BACA: Bursa Asia Pasifik Dibuka Bervariasi Setelah Reli Wall Street Terhenti Meski Data Inflasi Amerika Serikat Sesuai dengan Ekspektasi

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 memulai perdagangan hari ini dengan sedikit pelemahan. 

Sementara itu, indeks futures Hang Seng Hong Kong berada di 19.455, menunjukkan potensi pembukaan lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 19.366,96. 

Baca Juga : Bertemu Kaisar Naruhito dan Sanae Takaichi, Presiden Prabowo Tiba di Tokyo

Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat tutup pada Kamis (28/11) untuk libur Thanksgiving dan akan buka hanya setengah hari pada Jumat.   

(nusantaraterkini.com/win)