Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (29/11/2024) Bursa Asia Pasifik diperkirakan dibuka melemah seiring para investor menganalisis data inflasi November dari Tokyo, Jepang, serta angka produksi industri Korea Selatan.
Baca: Harga Minyak Mentah Turun Setelah Lonjakan Mengejutkan dalam Persediaan Bensin AS
Sementara, angka inflasi utama di Tokyo tercatat sebesar 2,6%, meningkat dari 1,8% pada Oktober.
Baca Juga : Bursa Asia Pasifik Menghijau Setelah S&P 500 Mencetak Rekor Tertinggi
Di sisi lain, inflasi inti, yang tidak memasukkan biaya makanan segar, naik menjadi 2,2%, sedikit lebih tinggi dibandingkan proyeksi Reuters sebesar 2,1%.
Angka inflasi Tokyo ini sering dianggap sebagai indikator tren nasional Jepang.
Sementara itu, produksi industri Korea Selatan menunjukkan kenaikan 2,3% secara tahunan pada Oktober, membalikkan penurunan 1,3% yang terjadi pada September.
BACA: Harga Emas Spot Tetap Stabil di Angka US$2.636,35 Per Ons Troi
Indeks Nikkei 225 Jepang diperkirakan melemah, dengan kontrak berjangka di Chicago berada pada 38.215 dan di Osaka pada 38.180, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 38.349,06.
Baca Juga : Momen Hangat Diaspora Indonesia Sambut Presiden Prabowo di Tokyo
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 memulai perdagangan hari ini dengan sedikit pelemahan.
Sementara itu, indeks futures Hang Seng Hong Kong berada di 19.455, menunjukkan potensi pembukaan lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 19.366,96.
Baca Juga : Bertemu Kaisar Naruhito dan Sanae Takaichi, Presiden Prabowo Tiba di Tokyo
Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat tutup pada Kamis (28/11) untuk libur Thanksgiving dan akan buka hanya setengah hari pada Jumat.
(nusantaraterkini.com/win)
