Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cagar Budaya di Sumatera Rusak Akibat Bencana, Pemerintah Siapkan Dana Rp 11 Miliar

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bencana alam. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kementerian Kebudayaan menyiapkan anggaran awal sekitar Rp 11 hingga Rp 12 miliar untuk penanganan cagar budaya yang rusak akibat banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan dana tersebut difokuskan pada tahap awal penanganan, terutama untuk pembersihan dan pengamanan situs-situs cagar budaya yang terdampak bencana.

“Dari efisiensi anggaran, kita siapkan sekitar Rp 11 sampai Rp 12 miliar terlebih dahulu untuk pembersihan. Ini tahap awal karena jumlah cagar budaya yang terdampak cukup banyak,” ujar Fadli saat ditemui di Festival Budaya Tempe, Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat, Minggu (21/12/2025).

Baca Juga : Sempat Dipotong, Tiga Daerah Bencana Sumatera Terima Pengembalian Dana Transfer

Fadli menyebutkan, proses penanganan direncanakan mulai dilaksanakan pada pekan depan dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat melalui semangat gotong royong.

“Kita akan mulai secepatnya, kemungkinan minggu depan. Pelaksanaannya tentu melibatkan masyarakat sekitar. Saat bencana terjadi, fokus utama kita adalah penyelamatan dan mitigasi darurat untuk masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah cagar budaya yang terdampak bencana di wilayah Sumatera terus bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung. Hingga saat ini, jumlahnya telah melampaui 100 situs.

Baca Juga : Tito Karnavian: Pascabencana Sumatera Masuki Fase Pemulihan Permanen, Pemerintah Siapkan Rp100,1 Triliun

“Awalnya terdata 43, kemudian bertambah menjadi 70, dan sekarang jumlahnya sudah lebih dari 100 cagar budaya yang terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ungkap Fadli.

Pendataan kerusakan dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) di masing-masing daerah terdampak. Dari hasil identifikasi sementara, mayoritas kerusakan tergolong ringan hingga sedang, meski terdapat pula beberapa cagar budaya yang mengalami kerusakan berat.

“Anggaran sudah kita siapkan untuk penanganan kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Sebagian besar memang rusak ringan dan sedang, tapi ada juga yang kondisinya cukup parah,” katanya.

Fadli menambahkan, jenis cagar budaya yang paling banyak terdampak antara lain museum dan makam-makam bersejarah yang masuk dalam kategori cagar budaya.

(Dra/nusantaraterkini.co)