Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan masa operasional pemberangkatan jamaah calon haji 1445 Hijriah atau 2024 Masehi.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief mengatakan masa operasional untuk keberangkatan haji akan berlangsung selama 30 hari. Hilman menyebut masa operasional pemberangkatan akan melibatkan berbagai kementerian dan pihak.
Baca Juga : Skandal Kuota Titipan Haji 2024: KPK Bidik Aktor Intelektual, DPR Tuntut Pembersihan Sistemik
"Kita akan memulainya pada 12 Mei sampai 14 Juni 2024," kata Hilman dilansir dari Antara.com, Rabu (15/11/2023).
Baca Juga : Pemerintah Arab Saudi Berlakukan Smart Card Cegah Haji Ilegal
Hilman menerangkan pemberangkatan jamaah calon haji ke Tanah Suci dibagi dalam dua gelombang, gelombang pertama dengan tujuan Madinah dimulai 12 sampai 23 Mei 2024. Sedangkan untuk gelombang kedua tujuan Jeddah, kata Hilman, dimulai 14 Mei sampai 10 Juni 2024.
Sementara itu, untuk masa kepulangan dari Jeddah ke Indonesia dimulai 22 Juni hingga 3 Juli 2024. Selanjutnya, gelombang kedua dari Madinah mulai 4 Juli sampai 21 Juli 2024.
Baca Juga : Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Pembubaran Ibadah di Bantul Tidak Boleh Terulang
"Jadi selesai operasional haji kira-kira minggu ke-4 bulan Juli," Hilman menambahkan.
Baca Juga : Iduladha 1447 H: Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Kemenag juga telah menyiapkan 14 embarkasi untuk penyelenggaran ibadah haji 2024. Banda Aceh (BTJ) 13 kelompok terbang (kloter), Kualanamu (KNO) 23 kloter dan Padang (PDG) 18 kloter.
Selanjutnya, Batam (BTH) 33 kloter, Palembang (PLM) 25 kloter, Jakarta Pondok Gede (JKG) 68 kloter, Jakarta Bekasi (JKS) 75 kloter. Kemudian, Solo (SOC) 105 kloter, Surabaya (SUB) 115 kloter, Banjarmasin (BDJ) 17 kloter, Balikpapan (BPN) 18 kloter, Ujungpandang (UPG) 45 kloter, Lombok (LOP) 13 kloter dan Kertajati (KJT) 30 kloter.
"Jadi totalnya 598 kloter. Saat ini jumlah kloter yang tercantum akan sangat ditentukan dengan jenis pesawat yang tersedia di maskapai rata-rata ada di atas 400 (kursi)," pungkas Hilman.
(HAM/nusantaraterkini.co)
