Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cemburu Buta Berujung Maut, Seorang Nelayan di Tapteng Tewas dengan Luka Robek di Lengan Kanan

Editor :  hendra
Reporter :  Jasman
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pihak Kepolisian dari Polsek Pinang Sori, saat melakukan penyelidikan dan olah TKP atas kematian Juliasa Lase (46).(Foto : dok. Humas Polres Tapteng)
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, TAPTENG Akibat cemburu, seorang nelayan, Juliasa Lase (46), ditemukan meregang nyawa di teras rumahnya di Dusun II Aek Kemuning, Desa Danau Pandan, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (19/08/2025).

Korban diduga meninggal akibat pendarahan hebat setelah mengalami luka robek di lengan kanannya.

Kapolsek Pinangsori, Iptu J. Sinurat, menjelaskan bahwa penemuan jasad korban berawal dari laporan warga pada pukul 17.20 WIB.

Baca Juga : Api Cemburu, Sekdes di Padangsidimpuan Bakar Teman Wanitanya Hidup-hidup

"Setelah menerima laporan, personel langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi," ujar Kapolsek.

Berdasarkan keterangan dari istri korban, Satina Ami Laia (41), dan adik kandung korban, Yanuari Lase (47), diketahui bahwa sebelum kejadian, korban sempat bertengkar dengan istrinya.

"Pertengkaran ini diduga dipicu oleh kecemburuan korban yang menuduh istrinya berselingkuh dengan pria lain," terang Iptu J. Sinurat.

Baca Juga : Polres Labusel Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita yang Dikubur di Kebun Sawit

Kapolsek Pinang sori, juga menjelaskan Istri korban, mengakui perselisihan tersebut terjadi setelah korban minum minuman keras tradisional, tuak nifaro, bersama dua rekannya. 

Dalam kondisi mabuk, korban mengancam istrinya dengan sebilah parang. Satina Ami Laia, kemudian memukul jendela kaca di dinding rumah, yang serpihannya melukai wajahnya.

"Korban yang diduga emosi juga memukul jendela kaca yang sama, menyebabkan lengan kanannya robek dan mengeluarkan banyak darah," jelas Kapolsek.

Baca Juga : Dukung Instruksi Presiden Prabowo, DPR Dorong Pembangunan Cold Storage untuk Nelayan

Karena merasa takut, Satina Ami Laia istri korban meninggalkan rumah dan pergi ke rumah adik iparnya.

Beberapa saat kemudian, adik korban Yanuari Lase, mendapat kabar dari warga bahwa korban ditemukan bersimbah darah dan tidak bergerak di teras rumah. Saat tiba di lokasi, Yanuari mendapati korban dalam posisi duduk dengan luka robek di lengan kanan dan sudah tidak bernyawa.

Pihak keluarga, istri, adik, dan perangkat desa, telah membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan autopsi dan visum. Mereka juga menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum terkait kematian korban.

Baca Juga : Pasar Sore Tanjung Tiram, Tempat Berburu Ikan Segar Langsung dari Nelayan

"Kita telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta membuat berita acara serah terima jenazah dan pernyataan tidak keberatan dari pihak keluarga," tutup Kapolsek Pinang Sori.

(Jjm/Nusantaraterkini.co).