Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cerita Ibu Hamil dan Janinnya Tewas Gegara Jalan Rusak

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kondisi jalan berlumpur di jalan penghubung antara Desa Neglasari dengan Desa Mulyasari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Foto: Dok. kumparan).
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, JABAR - Infrastruktur jalan penghubung Desa Neglasari dengan Desa Mulyasari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat kondisinya memperihatinkan. 

Masyarakat harus bersusah payah melintas jalan itu yang kondisi berlumpur seperti kumbangan kerbau.

Warga sekitar mengeluhkan kondisi jalan utama masyarakat di dua desa tersebut. Sejak tahun 1980 hingga saat ini, jalan sepanjang 20 kilometer ini belum pernah tersentuh pembangunan.

Baca Juga : Pembersihan Material Longsor, Akses Jalan Sudah Terbuka Sampai Desa Sibalanga

Kepala Desa Neglasari, Nasihin, mengatakan saking buruknya ruas jalan yang berlokasi di Kampung Sirnasari dan Kampung Cimapag itu mengakibatkan seorang ibu hamil meregang nyawa saat menuju puskesmas untuk bersalin.

"Ini akses satu-satunya masyarakat untuk sampai ke kota kecamatan. Kondisinya sudah seperti kubangan kerbau, apalagi saat musim hujan sudah sangat sulit dilalui," kata Nasihin, Sabtu (10/5/2025).

Bahkan, pada 2022 lalu, terjadi peristiwa seorang ibu hamil serta janin dalam kandungannya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Agrabinta untuk melahirkan," ujar Nasihin.

Baca Juga : 15 Orang Tertimbun Longsor di Adian Koting, Akses Jalan Sibolga–Tapteng Masih Terputus

Nasihin menyebutkan, jalan sepanjang 20 kilometer tersebut sejak tahun 1980 belum pernah dilakukan pembangunan. Hingga saat ini sekitar 18 kilometer itu kondisinya masih hancur.

"Sudah hampir 45 tahun kondisinya hancur dan tidak pernah ada pembangunan. Jalan yang masih rusak dan masuk wilayah Desa Neglasari itu sekitar 3 kilometer. Sementara 15 kilometer lagi masuk wilayah Desa Mulyasari," jelasnya dikutip kumparan.

Pemerintah desa, kata Nasihin, sempat melakukan pengerasan hanya menggunakan batu pada tahun 2015 lalu. Namun, upaya tersebut tak bertahan lama karena jalan sering dilalui truk dan kendaraan bermuatan hasil bumi.

Nasihin mengungkapkan sudah berkali-kali mengajukan proposal pembangunan kepada Dinas PUTR Kabupaten Cianjur. Namun perbaikan tak kunjung dilakukan.

"Menurut keterangan Dinas PUTR perbaikan belum terlaksana, karena keterbatasan anggaran, dan kemampuan APBD Cianjur masih kecil, mungkin masih mengutamakan jalan yang lain," kata Nasihin.

(Dra/nusantaraterkini.co).