Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cerita Ibu Muda Asal Siantar Liburan Idul Adha di Negeri Seberang: Vibesnya Biasa Aja

Editor :  hendra
Reporter :  Junaidin Zai
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Yuli Assari Butar-butar saat berlibur di Malaysia, tepat pada hari raya Idul Adha. (Foto: Dokumen pribadi)
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, MEDAN – Suasana Idul Adha di Kuala Lumpur tidak seperti yang dibayangkan Yuli Assari Butar-butar. Tidak ada gema takbir semalam suntuk. Tidak ada iring-iringan anak muda membawa bedug keliling kampung. Tidak ada dentuman petasan di kejauhan. Kondisinya hening, bahkan biasa saja.

"Idul Adha di sana vibes-nya biasa aja, enggak semeriah di Indonesia," katanya saat berbagi cerita kepada nusantaraterkini.co, Rabu (11/6/2025).

Yuli, yang juga seorang ibu muda asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, merayakan Idul Adha kali ini di negeri jiran, Malaysia. Liburan itu ia rancang sederhana sekadar menemani sang ibu berlibur di sela sela cuti kerja. Tidak ada rencana besar, apalagi ekspektasi religius. Tapi momen lebaran di negeri orang tetap menghadirkan kejutan-kejutan kecil.

Baca Juga : Trafik Kendaraan di Sejumlah Ruas Jalan Tol Trans Sumatera Mulai Menurun

Salah satunya adalah perbedaan suasana yang cukup mencolok. Di Indonesia, malam sebelum Idul Adha identik dengan hiruk-pikuk, takbiran keliling, pengeras suara masjid yang bersahut-sahutan, hingga jalan-jalan yang padat. Di Malaysia, kata Yuli, atmosfernya jauh lebih tenang.

"Enggak ada takbiran keliling, masjid-masjid juga enggak kedengaran takbiran malam kayak di Indonesia," ujarnya.

Ada pula perbedaan waktu. Saat umat Muslim di Indonesia menunaikan salat Id pada Jumat pagi, Yuli baru melaksanakannya keesokan harinya. Malaysia, yang merujuk pada otoritas rukyat lokal, menetapkan Idul Adha pada Sabtu (7/6/2025).

Baca Juga : Merawat Kebersamaan dan Pererat Tali Silaturahmi, Forum Jurnalis Medan Sembelih 4 Hewan Kurban

Namun, di balik ketenangan itu, Yuli menemukan hal lain, ruang untuk menikmati kota. Ia dan keluarganya sempat mengikuti tur keliling kota dengan bus wisata terbuka. Jalanan lengang, tidak ada kemacetan, dan nyaris tanpa keramaian.

“Kata sopir bus, warga lokal banyak yang mudik ke kampung halaman. Jadi kota sepi,” jelas Yuli.

Pengalaman merayakan lebaran di luar negeri ini menjadi yang pertama bagi Yuli. Meski jauh dari kemeriahan kampung halaman, ia tetap bersyukur. Ada kesan unik, ada cerita yang bisa dibawa pulang.

Baca Juga : Final Malaysia Masters 2024 : Rinov/Pitha Raih Runner-up, Usai Kalah dari Pasangan Malaysia

“Awalnya kami kira suasananya bakal mirip kayak di Indonesia, tapi ternyata beda banget. Tapi ya itu dia serunya bisa ngerasain suasana baru,” ujarnya.

Bagi Yuli, lebaran Idul Adha tahun ini bukan hanya soal hari besar keagamaan. Ia adalah jendela kecil untuk melihat wajah lain dari tradisi Muslim di negara tetangga. Tenang, teratur, dan tetap hangat dalam kesederhanaannya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Diikuti 15 Negara, SMA IT Al Fityah Binjai Sabet Silver Medals di WYIE 2024 di Malaysia