Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisi III DPR menilai wajar jika citra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam hasil survei Litbang Kompas menempati posisi juru kunci (paling bawah) dari delapan lembaga yang disurvei.
Hal ini menurut Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan lantaran lembaga anti rasuah itu sibuk sendiri dengan urusan internalnya.
Baca Juga : KPK Geledah Rumah Silmy Karim, Pengamanan Ketat Brimob Warnai Proses Penyidikan
"Kalau misal KPK turun memang yang kami lihat sama seperti masyarakat, KPK sibuk dengan internalnya sendiri, misal kita dengar hubungan pimpinan KPK dengan jajaran di bawah kurang harmonis ya, KPK tidak bisa grip lagi para penyidik-penyidik, kurang bisa lah. Terus kita lihat lagi 'perseteruan' pimpinan KPK dan Dewas, itu menguras energi," katanya, Sabtu (22/6/2024).
Baca Juga : KPK Didorong Transparan Tangani Kasus Silmy Karim
Trimedya yang juga politikus PDIP ini juga membahas selera publik. Dia menyebut publik sepertinya lebih suka jika KPK melakukan penindakan daripada pencegahan.
"Lalu selera masyarakat selera penindakan, padahal kalau kita lihat pencegahannya cukup bagus KPK, dan itu diakui pemerintah, terutama Pak Luhut pernah ungkap itu. Tapi itu berbeda karena selera publik berbeda, happy-nya penindakan, sedangkan KPK lakukan pencegahan, itu sebabnya KPK di bawah. Publik senang kalau ada OTT," ucapnya.
Baca Juga : Survei Populasi, 59 Ekor Macan Tutul Salju Tercatat di Huangnan Qinghai
Karena itu dia menyebut kepuasan kepada KPK akan rendah jika fokus pada pencegahan. Dia pun sebetulnya menyayangkan ini karena pencegahan termasuk salah satu fungsi KPK.
Baca Juga : Bukan dari APBD, Biaya Survei Gubernur Sumut ke Proyek Jalan Sipiongot Paluta Didanai Oleh Pengusaha
"Apa yang dilakukan KPK soal pencegahan kan kurang dilihat. Gimana mereka selamatkan aset-aset negara, tambang, tanah, tapi dianggap nggak menarik. Jadi kalau responden ditanyakan, ya nggak bagus, karena nggak ada OTT kan, itu yang juga perlu didalami lembaga-lembaga survei. Karena memang pembentukan KPK ini, makanya ada kewenangan supervisi, pencegahan," tegasnya.
Diketahui, Litbang Kompas merilis survei terkait citra lembaga negara. Survei ini menunjukkan citra positif KPK meningkat, namun masih berada di posisi terbawah dari delapan lembaga yang disurvei.
Baca Juga : Pramono-Rano Raih Citra Positif Tinggi, Legislator Minta Kinerja Ditingkatkan
Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 1.200 responden yang dipilih secara acak melalui metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi. Survei digelar pada 27 Mei-2 Juni 2024.
Baca Juga : Elektabilitas Bobby Nasution-Surya Melejit Jauh 16,9 Persen Kalahkan Edy Rahmayadi-Hasan Sagala
Tingkat kepercayaan metode tersebut 95% dan margin of error plus minus 2,83%. Kesalahan di luar penarikan sampel masih bisa terjadi. Litbang Kompas menyatakan survei ini sepenuhnya dibiayai oleh harian Kompas.
Hasil survei tersebut menunjukkan citra baik dan buruk dari delapan lembaga. Hasilnya, citra baik KPK meningkat menjadi 56,1% jika dibandingkan survei serupa pada Desember 2023.
(cw1/nusantaraterkini.co)
