Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

COO PSMS Datangi Wasit Usai Laga Persiraja 0-0, Minta Maaf Akui Agresif

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Chief Operating Officer (COO) PT Kinantan Medan Indonesia (KMI), H Andry Mahyar Matondang.
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Laga PSMS Medan dengan Persiraja Banda Aceh diwarnai Chief Operating Officer (COO) PT Kinantan Medan Indonesia (KMI) Pengelola PSMS Medan, Andry Mahyar Matondang mendatangi perangkat pertandingan.

Laga di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam itu berakhir 0-0 yang berlangsung Sabtu 6 Januari 2024.

Andry Mahyar mengakui dirinya mendatangi perangkat pertandingan usai laga babak 12 besar Liga 2 musim 2023/2024 itu.

Baca Juga : Jadwal Piala Presiden 2026 Berubah, PSMS Medan Berpeluang Jadi Tuan Rumah

Katanya, dirinya mendatangi sebagai bentuk kekesalannya terkait wasit yang dia nilai tidak menjunjung tinggi fairplay.

Seperti diketahui, pada laga yang berakhir imbang tanpa gol tersebut, wasit hanya memberikan waktu tambahan satu menit di babak pertama dan tiga menit di babak kedua. Padahal, sejumlah peristiwa terjadi seperti cedera pemain sehingga membutuhkan perawatan di lapangan.

"Tidak ada ucapan kasar, saya cuma datangi wasit dan bilang, kenapa kau biarkan pertandingan cuma bersih 35 menit (di babak kedua). Pertandingan itu cuma bersih (berjalan) 35 menit," ucapnya, dilansir Medan.viva.co,id

Baca Juga : Persiraja Banda Aceh Gagalkan Kemenangan PSMS Medan di Detik Terakhir ​

Dengan banyaknya kejadian pemain cedera di babak pertama dan babak kedua yang membutuhkan waktu untuk penanganan medis, menurut Andry harusnya wasit lebih memberikan jarak penambahan waktu usai waktu normal pertandingan berakhir.

Bahkan, di waktu tambahan babak kedua yang cuma tiga menit, wasit tetap memberlakukannya walaupun ada pemain yamg cedera dan tergeletak di lapangan.

"Tatkala injury time, itu pemain dibiarkan di situ sampai habis, tidak ada orang (medis yang disuruh) mengangkat dari dalam (lapangan), padahal 'drama-draama' cedera itu terjadi berulang-ulang," ucapnya.

Baca Juga : Derbi Sumatera Penutup Musim, PSMS Medan Bidik Akhir Manis di Banda Aceh

"Kita tidak menyalahkan tapi kita minta wasit agar menjunjung tinggi fairplay dalam pertandingan. Kemarahan kita kepada perangkat pertandingan itu kebih kepada teknis pertandingan," ungkapnya.

Kendati demikian, Andry Mahyar meminta maaf atas tindakannya tersebut yang dia akui cukup agresif. Hal itu dia akui terjadi karena hilang kendali.

"Saya dalam hal ini meminta maaf karena begitu agresif jadinya kepada perangkat pertandingan," kata dia.

Baca Juga : Super League: Kalah 0-7 dari Persebaya, Semen Padang Dipastikan Degradasi ke Liga 2

Namun kata Andry sejak waktu tambahan babak pertama yang cuma satu menit, pihaknya sudah melakukan protes agar jika drama terjadi di babak kedua, wasit bisa lebih bijak memberikan tambahan waktu.

"Ini tidak pernah terjadi sebelumnya kan. Kita sudah protes dari awal soal pengangkatan pemain (dari dalam lapangan) itu. Alasan dari fourth official (penambahan menit pertandingan) itu permintaan dari tengah (wasit), satu menit di babak pertama, tiga menit di babak kedua. Itu yang membuat saya kesal," pungkasnya. (rsy/nusantaraterkini.co)