Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Transformasi besar tengah melanda industri otomotif Indonesia. Arah pasar yang kian condong ke kendaraan ramah lingkungan, ditambah dorongan regulasi global, membuat sejumlah mobil bermesin konvensional harus angkat kaki dari Tanah Air pada 2026.
Model-model yang selama bertahun-tahun menjadi pilihan masyarakat kini perlahan tersisih. Bukan semata karena penjualan menurun, tetapi juga akibat strategi pabrikan yang mulai memusatkan pengembangan pada mobil hybrid dan listrik murni.
Di sisi lain, konsumen kini semakin selektif. Efisiensi bahan bakar, teknologi canggih, hingga isu emisi menjadi pertimbangan utama sebelum membeli mobil. Alhasil, sejumlah model lawas yang dulu laris kini dinilai kurang relevan menghadapi tuntutan zaman.
Baca Juga : BYD DM Taklukkan Jalur Berastagi dengan Rp 300 / Km
Penghentian penjualan mobil-mobil ini menandai fase transisi penting dalam peta otomotif nasional. Era mesin pembakaran internal perlahan meredup, digantikan elektrifikasi sebagai fondasi mobilitas masa depan Indonesia.
Berikut daftar mobil yang resmi “pamit” dari pasar otomotif nasional mulai 2026.
Baca Juga : Wuling Eksion Resmi Rilis: Cek Harga Varian EV dan PHEV Terbaru di Indonesia
Toyota resmi menghentikan produksi Veloz bermesin bensin murni sejak 2025. Langkah ini sejalan dengan peluncuran Veloz Hybrid yang diperkenalkan di ajang GJAW 2025.
Dengan keputusan tersebut, Veloz kini hanya tersedia dalam versi hibrida. Konsumen yang masih menginginkan Low MPV bermesin konvensional diarahkan Toyota untuk memilih Avanza sebagai alternatif di kelas serupa.
2. Honda HR-V 1.5 Turbo RS
Baca Juga : Penjualan EV Rekor, NSW Australia Tambah 1.000 Stasiun Pengisian Daya
Varian tertinggi HR-V dengan mesin turbo 1.5 liter juga resmi disetop. Honda sepenuhnya mengalihkan fokus ke HR-V RS e:HEV yang mengusung teknologi hybrid.
Mesin turbo yang sebelumnya mampu memuntahkan tenaga 177 PS dan torsi 240 Nm kini tinggal kenangan. Penggantinya mengandalkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik yang lebih efisien, namun tetap bertenaga dalam penggunaan harian.
3. Chery Tiggo 5X
Baca Juga : Ryan Nirwan dan Adi Indiarto Sabet Juara Sprint Rally 2026 Seri 1 Sumut
Chery Tiggo 5X tak lagi muncul di situs resmi Chery Indonesia sejak Maret 2025. SUV kompak ini tergeser oleh Tiggo Cross yang dinilai lebih sesuai dengan selera pasar saat ini.
Dengan harga sedikit lebih tinggi, Tiggo Cross menawarkan desain lebih segar dan fitur yang lebih relevan, sekaligus menjadi tulang punggung baru Chery di segmen SUV kompak.
4. Suzuki Karimun Wagon R
Baca Juga : Rencana Impor 105 Ribu Pikap India Khianati Semangat Hilirisasi
Suzuki juga merapikan lini produknya, terutama di segmen mobil murah. Karimun Wagon R, yang selama ini dikenal sebagai city car irit dan terjangkau, resmi dihentikan produksinya sejak November 2025.
Tak hanya untuk pasar domestik, produksi Karimun Wagon R juga dihentikan secara global, menutup perjalanan panjangnya di industri otomotif Indonesia.
5. Suzuki Baleno Hatchback
Baca Juga : Honda Fit 2026 Hadir Diam-Diam, Jazz Tunjukkan Tanda Masih Bertahan
Baleno Hatchback ikut tersingkir meski sempat mencatatkan penjualan hampir 2.000 unit pada paruh pertama 2025. Namanya resmi dicoret dari daftar harga sejak September 2025.
Posisinya kini digantikan oleh Suzuki Fronx, SUV kompak bergaya coupe yang dirakit lokal di Cikarang dan dinilai lebih menguntungkan secara bisnis.
6. Mazda MX-30
Mazda MX-30 resmi menghilang dari pasar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Padahal, model ini merupakan mobil listrik massal pertama Mazda.
MX-30 dibekali baterai 35,5 kWh dengan jarak tempuh sekitar 200 km dan motor listrik bertenaga 141 dk. Namun keterbatasan daya jelajah membuatnya sulit bersaing di pasar EV yang semakin kompetitif.
(Dra/nusantaraterkini.co).
