Debat Capres-cawapres 2024, KPU Pastikan Ruang Bertanya Ada di Moderator
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua Umum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari menegaskan bahwasanya yang memiliki ruang untuk bertanya dalam Debat Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-cawapres) 2024 adalah moderator, bukan panelis.
Baca Juga : Lugas, Pasangan Ondim-Tiorita Unggul di Debat Kedua, Layak Pimpin Kabupaten Langkat
Hal ini ia sampaikan pada saat konferensi pers persiapan Debat Kedua Capres-cawapres 2024 di Gedung KPU Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2023).
Baca Juga : Debat Kedua Pilkada Palas, Sekelompok Pendukung Teriak “Pargabus”
“Soal siapa yang bertanya memang sejak awal desainnya disepakati yang bertanya adalah moderator, bukan panelis,” kata Hasyim.
Menurut Hasyim hal ini didasarkan pada durasi waktu yang hanya 120 menit. Karenanya jika panelis diberikan kesempatan tentu akan membuat durasi waktu menjadi membengkak.
Baca Juga : Soal Pembatalan Informasi Tertutup Dokumen Syarat Capres-Cawapres, Formappi: Komisioner KPU Ciut
“Sehingga teknis untuk bertanya dan segala macam susunan pertanyaan, itu juga merumuskan pertanyaannya itu juga disesuaikan dengan durasi waktu yang disediakan,” jelasnya.
Baca Juga : Hasil "Real Count" KPU Data 42,53 Persen: Anies 24,59 Persen, Prabowo 56,39 Persen, Ganjar 19,03 Persen
Adapun panelis, disebutkannya sudah diberikan tugas untuk merumuskan 18 pertanyaan baik dalam debat pertama ataupun debat kedua.
“Berikutnya soal daftar pertanyaan itu, panelis menyiapkan 18 pertanyaan baik debat pertama maupun debat kedua, bahwa ada enam sub tema itu pada kesempatan debat kemarin itu akan muncul kesempatan pertanyaan yang muncul dari semua sub tema,” tuturnya.
Baca Juga : Parpol Diingatkan Wajib Penuhi Kuota 30% Caleg Perempuan di Setiap Dapil
Selanjutnya untuk memberikan pertanyaan langsung kepada Capres ataupun Cawapres diambil melalui undian, agar lebih fair.
Baca Juga : Urgensi Kepastian Waktu, KPU Ingatkan Dampak Revisi UU Pemilu terhadap Tahapan 2029
“Bahwa pertanyaan di dalam subtema tersebut masing-masing ada tiga yang kemudian yang terambil yang mana ini kan soal undian, jadi dalam pandangan kami itu lebih fair daripada kemudian KPU atau panelis yang menentukan,” terangnya.
Hal ini, tambah dia, dikarenakan untuk mengantisipasi pemikiran yang mengatakan seolah-olah hal ini sudah diatur atau disetting.
“Karena pastilah ada tujuan seolah-olah ada disetting dan segala macam, jadi dari masing-masing sub tema itu sudah ada pertanyaan dan masing-masing subtema juga sudah terambil pertanyaannya,” tandasnya.
(mr6/nusantaraterkini.co)
