Nusantaraterkini.co, LANGKAT – Aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan warga korban banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, berakhir ricuh pada Senin (20/4/2026).
Massa yang berasal dari Dusun Pantai Kadung, Ras Napal, dan Kodam Bawah, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, memadati Kantor Bupati Langkat untuk menyuarakan kekecewaan mereka terkait bantuan pascabencana.
Situasi memanas ketika warga mencoba menerobos masuk ke area kantor bupati. Aksi saling dorong antara demonstran dan aparat keamanan pun tak terhindarkan. Massa yang tersulut emosi akhirnya berhasil merobohkan pintu gerbang kantor tersebut.
Baca Juga : Cerita Iwan, Korban Banjir Langkat yang Menyusuri Air Selama Satu Jam Demi Dapatkan Makan
Aparat yang kalah jumlah sempat kewalahan menghadapi desakan massa, hingga akhirnya gerbang utama jebol dan tidak mampu dipertahankan.
Dalam aksinya, warga menuntut keadilan terkait penyaluran bantuan stimulan dari pemerintah, khususnya bantuan dari Kementerian Sosial yang dinilai tidak merata.
Menurut warga, sebagian korban banjir telah menerima bantuan, sementara banyak lainnya masih menunggu tanpa kejelasan.
Baca Juga : Presiden Prabowo Sambangi Tanjungpura, Camat: Kunjungan Ini Jadi Hadiah bagi Korban Banjir
“Kami juga korban banjir, tapi sampai sekarang belum menerima bantuan. Sementara ada yang sudah dapat. Ini tidak adil,” ujar salah seorang warga.
Warga juga menuding adanya ketidaktransparanan dalam proses distribusi bantuan, yang diduga hanya diberikan kepada kelompok tertentu.
Mereka mendesak pemerintah daerah agar lebih serius memperjuangkan hak masyarakat terdampak bencana dan memastikan bantuan disalurkan secara merata.
Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan warga yang merasa diabaikan, meski telah mengalami kerugian material akibat bencana banjir yang melanda wilayah mereka.
(Dra/nusantaraterkini.co)
