Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Demo Ojol Se-Jabodetabek Memanas, Massa Bakar Ban dan Nyalakan Petasan

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Massa aksi demonstrasi ojol-kurir mulai bakar ban akibat tak diberi akses dekati Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Kamis (29/8/2024). Foto: Abid Raihan/kumparan
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Demonstrasi yang digelar driver ojek online (ojol) dan kurir se-Jabodetabek memanas. Mereka membakar ban di tiga titik dan menyalakan petasan, Kamis (29/8/2024).

Aksi itu dilakukan mereka lantaran kecewa kepada pihak kepolisian karena tak diberi akses mendekati Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Selain itu, mereka sempat melempari aparat dengan botol. Aparat kemudian meminta demonstran untuk tidak melempari mereka dan massa aksi lainnya agar tak terprovokasi.

Baca Juga : Driver Ojol Affan Dilindas Mobil Brimob, Komisi III: Harus Diproses dengan Tegas Tak Boleh Ada Impunitas

Ada pula massa aksi yang menembakkan petasan ke arah aparat. Setelah ledakan pertama, demonstran tersebut ditahan massa aksi lainnya. Sisa tembakan petasan ditembakkan ke udara.

Orator di mobil komando menenangkan massa aksi. Ia mengimbau massa aksi lainnya jangan terprovokasi. Mereka datang ke sini dengan damai.

Hingga saat ini, para sopir ojol dan kurir masih bertahan. Mereka belum maju maupun mundur. Mereka hanya bisa berdemo di sekitar Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Baca Juga : Sofwan Dedy Ardyanto: Arahan Presiden soal Tarif Ojol Harus Segera Ditindaklanjuti

Kini, kedua jalur Jalan Medan Merdeka Barat sudah ditutup seluruhnya untuk pengendara.

Demo ini dilaksanakan sopir ojol hingga kurir untuk menuntut tarif argo dan beban barang bawaan yang lebih manusiawi. Selain di Patung Kuda, demo dilaksanakan di kantor Go-jek di Petojo, dan kantor Grab di Pejaten.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Ekspansi Grab di Medan Diminta Tak Sekadar Bisnis, Rico Waas: Harus Sejalan dengan Kebutuhan Warga dan Kesejahteraan Driver

Sumber: kumparan