Nusantaraterkini.co, MEDAN - Dinas Kesehatan Kota Medan memastikan, kasus Malaria yang mereka tangani hingga saat ini didominasi oleh kasus impor dari luar daerah.
Meski demikian, Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Shereivia Faradillah menyebutkan, dalam upaya penanganan, Dinas Kesehatan telah menunjuk delapan fasilitas kesehatan (faskes) rujukan malaria, baik rumah sakit maupun puskesmas.
Baca Juga : 1.711 Sekolah di Medan Telah Laksanakan Program Cek Kesehatan Gratis
"Seluruh faskes tersebut, telah dilengkapi dengan obat program untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat," ujarnya kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Baca Juga : Isu Super Flu, Dinkes Medan Tegaskan Belum Ada Instruksi Resmi Kemenkes
Lebih lanjut dijelaskannya, seluruh kasus malaria yang ditemukan di Kota Medan merupakan kasus impor atau berasal dari kabupaten/kota lain di Sumatera Utara (Sumut).
Hingga saat ini, tegasnya, belum ditemukan kasus malaria asli atau penularan lokal di Kota Medan.
“Kasus malaria di Kota Medan 100 persen merupakan kasus impor dari beberapa daerah di Sumatera Utara, dan belum ada kasus penularan lokal,” jelasnya.
Adapun jumlah kasus impor malaria yang ditangani sejak tahun 2023 hingga 2025 tercatat sesuai data Dinas Kesehatan menunjukkan adanya penanganan berkelanjutan terhadap pasien.
Sementara itu, kegiatan program malaria yang bersumber dari APBD tergabung dalam program ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria) dalam pelaksanaannya, kegiatan rutin seperti surveilans, monitoring dan evaluasi (monev), pelatihan, serta sosialisasi tetap dilakukan setiap tahun.
Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga status bebas penularan lokal malaria, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus impor melalui penguatan sistem layanan kesehatan.
(zie/nusantaraterkini.co)
