Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Diprediksi Maret Produksi Beras 3,5 Juta Ton, Harga Terjun Bebas?

Editor :  Akbar
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi beras (istockphoto)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Diprediksi Maret Produksi Beras 3,5 Juta Ton, Harga Terjun Bebas?

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Diprediksi Maret mendatang produksi beras 3,5 ton, bagaimana dengan harganya apakah terjun bebas?

Saat ini harga beras melampaui Rp 16 ribu /kg untuk beras premium sedangkan untuk beras medium tembus Rp 14 ribu/kg. Ini merupakan harga rata-rata nasional harian di tingkat pedagang eceran.

Baca Juga : BPS Proyeksi Produksi Beras Nasional Turun Menjadi 16,57 Juta Ton hingga Mei 2026

Padahal dilansir dari laman CNBCIndonesia pada Kamis (22/2/2024) harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah adalah Rp 10.900/kg medium, sedangkan beras premium Rp 13.900/kg untuk zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB dan Sulawesi.

Sedangkan untuk zona 2 meliputi Sumatera selain Lampung dan Sumsel, NTT dan Kalimantan dipatok Rp 11.500/Kg medium dan beras premium Rp 14.400/kg.

Selanjutnya untuk zona 3, meliputi Maluku dan Papua, HET beras medium sebesar Rp 11.800/kg dan untuk beras premium sebesar Rp 14.800/kg.

Baca Juga : Indonesia Tak Impor Beras di 2025, Komisi IV Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Produksi

HET ini diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional No 7/2023. HET beras berlaku sejak Maret 2023.

nusantaraterkini.co/uploads/images/202402/image_870x_65d752f3e68a9.jpg" alt="">

Apakah Harga Beras Naik Sampai Maret 2024?

Baca Juga : Firman Soebagyo: Penumpukan Beras Terlalu Lama Bisa Picu Kenaikan Harga

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan Kerangka Sampel Area (KSA) BPS memprediksi ada kemungkinan terjadi surplus beras sekitar 1 juta ton pada Maret mendatang. Produksi beras diprediksi mencapai 3,5 juta ton, sedangkan kebutuhan beras per bulan adalah 2,5 juta ton.

“Menurut prediksi KSA BPS, maret mendatang produksinya sekitar 3,5 juta ton beras. Jadi ini akan terjadi surplus. Nah, harapan kita habis Maret, April, Mei, Juni juga terjadi surplus. Kalau itu terjadi, maka mulailah akan terjadi penyesuaian atau koreksi harga yang ke bawah,” kata I Gusti Ketut Astawa.

Dikatakannya di bulan Januari dan Februari kondisi di lapangan itu penggilingan padi mengaku pasokan relatif agak kurang dan harganya tinggi di tingkat petani.

Baca Juga : Tinjau Stok Beras di Sumut, Sugiat Santoso Soroti Urgensi Penambahan Gudang

“Jadi kita harus percaya dengan data BPS. Katakanlah nanti koreksi dikit-dikit tapi biasanya kalau BPS mengatakan surplus, dia pasti akan surplus,” terangnya.

Seperti diketahui, prediksi BPS sudah terbukti. Karena, katanya Januari-Februari memang sudah terbukti. Maka dari itu di Maret, karena produksi 3,5 juta ton. “Inilah yang kita pegang dulu. Mudah-mudahan koreksinya naik. Artinya, bisa saja 3,6 juta atau 3,7 juta ton, kan lumayan,” ujarnya.

Maka dari itu, dikatakannya, harga pun bisa berangsur terkoreksi ke bawah atau mengalami penurunan. “Angka prediksi surplus ini harus kita pegang dulu, kita percayai. Kita yakinkan dulu kepada masyarakat, karena petani sudah mulai menanam di bulan Desember,” pungkasnya.

Baca Juga : Gubernur Sumsel Instruksikan APH Sikat Mafia Pupuk Subsidi: Jangan Rampas Hak Petani

(Akb/nusantaraterkini.co)