Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Diserang soal Anggaran Kemhan, Prabowo Subianto: Jangan Menyesatkan Rakyat

Editor :  Akbar
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Capres Nomor urut 2 Prabowo Subianto saat mengikuti debat ketiga di Istora Senayan, Jakarta, Senin (8/1/2024). (HO)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Diserang soal Anggaran Kemhan, Prabowo Subianto: Jangan Menyesatkan Rakyat

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto merespons soal serangan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo dalam debat ketiga yang digelar KPU di Istora Senayan, Minggu (7/1/2024) semalam.

Seusai debat ketiga tersebut, Prabowo mengaku terkejut mendapat pertanyataan yang mengarah terkait anggaran pertahanan di Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Baca Juga : GREAT Institute: 'State-Driven Economy' Strategi Prabowo Atasi Ketimpangan dan Ketergantungan Global

Menurutnya, setiap partai pengusung Paslon 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Paslon 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD terlibat dalam anggaran Kemhan.

"Yang aneh adalah naik Paslon 1, partai pengusungnya kan PKB, NasDem, dan PKS. Kemudian pengusung untuk paslon 3 adalah PDIP dan PPP. Mereka semuanya ada dalam Komisi I DPR RI," ucap Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto mengatakan setiap anggaran pertahanan telah dibahas di Komisi I DPR.

Baca Juga : Kasus Korupsi BGN, Pakar: Bisa Jadi Pintu Masuk Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis

Dia menuturkan tidak hanya dibahas, anggaran pertahanan pun diawasi dan diperiksa, lalu disetujui.

"Jadi, mereka setuju. Jadi, aneh. Saya kira ini adalah teknik-teknik politik ingin cari angka," jelasnya.

Selain itu, Prabowo Subianto kembali mengungkit soal data yang dipaparkan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo selama debat tersebut.

Baca Juga : Prabowo dan Gibran Langsung Temui Pendukung Usai Debat 

Menurut dia, data yang mereka sampaikan tidak seusai, bahkan menjurus menyesatkan rakyat.

"Kalau kita tujuannya mengabdi, kita harus memberi data yang benar. Jangan menyesatkan rakyat. Dan jangan provokasi dan jangan menghasut," imbuhnya.

(Akb/nusantaraterkini.com)

Baca Juga : Pesan Prabowo Usai Jalani Debat Pilpres Terakhir: Marilah Kita Memelihara Persatuan dan Kerukunan